TARAKAN – Adanya kemajuan teknologi informasi memberikan kemudahan dalam mengakses informasi, namun hal ini dimanfaatkan kaum LGBT untuk menunjukkan dirinya melalui media sosial.
Psikolog muda Yusandi Rezki Fadhli, M.Psi menilai fenomena LGBT bukanlah persoalan baru. Menurutnya, gejala tersebut telah terlihat sejak beberapa tahun lalu dan berkembang perlahan seiring pesatnya kemajuan teknologi informasi serta media sosial.
"Fenomena LGBT ini kan bukan hanya tahun ini, di tahun-tahun sebelumnya juga sudah marak hanya saja dalam bentuk kasus berbeda. Kalau kita lihat kondisi Tarakan ini kan sudah mulai berkembang, dari segi pembangunan, peradaban apalagi teknologi informasi," urainya.
Ia menjelaskan kemudahan masyarakat mengakses berbagai informasi melalui internet membuat berbagai hal yang sebelumnya dianggap tabu perlahan menjadi sesuatu yang biasa ketika terus-menerus dikonsumsi.
"Untuk kemajuan teknologi informasi saat ini dapat dikatakan hampir sudah tidak ada pembatas orang mengaksesnya. Kalau dulu mungkin orang terbatas melihat dunia luar dengan minimnya jaringan internet, sekarang masyarakat lebih mudah mengakses apa saja yang ia suka. Termasuk yang dilarang," terangnya.
Menurut Yusandi, media sosial menjadi salah satu ruang yang dimanfaatkan untuk memperkenalkan berbagai perilaku maupun identitas kepada masyarakat. "Pertama paparan media platform, di sana menjadi tempat bagi hal yang dianggap tabu diperkenalkan. Salah satunya ialah kaum LGBT yang sudah mulai sering tampil menunjukkan ekspresi," katanya.
Ia menambahkan, perubahan persepsi masyarakat dapat terjadi apabila paparan tersebut berlangsung terus-menerus tanpa diimbangi edukasi yang memadai.
"Semisal dulu kita sangat tabu melihat pasangan sesama jenis tampil di publik, sekarang sudah biasa. Dan LGBT tidak segan menunjukkan kebanggaan jati dirinya di publik. Ditambah lagi dengan kebebasan berpendapat mereka bisa membela perilaku dengan argumen mereka. Dan hal itu tidak sedikit mendapat respons positif masyarakat. Dan lama-kelamaan itu akan dianggap biasa oleh masyarakat,” ucapnya.
“Nah di saat seperti ini hal itu menjadi momentum kaum LGBT menunjukkan perlawanan. Ditambah kaum ini tidak sedikit dan terus bertambah dengan generasi-generasi baru yang terkontaminasi," tutupnya. (zac/jnr)
Editor : Januriansyah RT