TARAKAN – Dampak cuaca ekstrem yang disertai angin kencang masih dirasakan masyarakat Kota Tarakan. Dalam dua hari terakhir, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tarakan mencatat sedikitnya 13 pohon tumbang, dua kejadian longsor, serta empat rumah warga mengalami kerusakan.
Kepala Pelaksana BPBD Tarakan, Yonsep mengatakan, sebagian besar kejadian pohon tumbang terjadi di wilayah Juata Laut dan Juata Permai. Pohon yang roboh sempat menutup akses jalan dan mengancam keselamatan pengguna jalan maupun warga sekitar.
"Yang kami tangani ada 10 pohon tumbang, sedangkan tiga lainnya ditangani relawan Kolakar. Seluruhnya terjadi akibat angin kencang yang melanda wilayah Tarakan," katanya.
Selain mengevakuasi pohon tumbang, BPBD juga menangani dua titik longsor yang terjadi di Kampung 6 dan Karang Anyar. Sementara empat rumah warga mengalami kerusakan, terutama pada bagian atap yang diterbangkan angin.
Sebagai langkah tanggap darurat, BPBD telah menyalurkan bantuan berupa terpal kepada warga terdampak. Koordinasi juga dilakukan bersama Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) untuk penanganan lanjutan terhadap rumah yang mengalami kerusakan.
Yonsep mengungkapkan cuaca ekstrem diperkirakan masih berpotensi terjadi hingga menjelang musim kemarau. Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika hujan disertai angin kencang.
BPBD juga mengidentifikasi sejumlah kawasan rawan pohon tumbang, di antaranya Gunung Selatan dan jalur menuju Juata yang dipenuhi pohon-pohon besar di sisi jalan. "Kalau cuaca sudah mulai memburuk, sebaiknya masyarakat tidak memaksakan perjalanan atau beraktivitas di ruang terbuka. Cari tempat yang aman sampai kondisi kembali normal," ujarnya.
Untuk mengantisipasi kejadian serupa, BPBD menyiagakan personel selama 24 jam. Sebanyak 16 personel kebencanaan siap diterjunkan bersama TNI, Polri, relawan Kolakar, dan masyarakat apabila terjadi bencana.
Yonsep juga mengingatkan masyarakat agar mewaspadai potensi angin puting beliung yang biasanya meningkat pada Agustus dan Desember. Meski demikian, ia memastikan angin yang terjadi beberapa hari terakhir bukan merupakan puting beliung, melainkan angin kencang dalam skala kecil yang tetap memiliki daya rusak cukup besar. (zar/jnr)
Editor : Januriansyah RT