Satpol PP Intensifkan Patroli Malam di Tarakan, Cegah Gesekan Dampak Isu Perburuan LGBT

Zakaria RT • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 16:41 WIB
Kepala Satpol PP dan PMK Kota Tarakan Sofyan. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
Kepala Satpol PP dan PMK Kota Tarakan Sofyan. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

TARAKAN - Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan memastikan pengawasan terhadap aktivitas masyarakat pada malam hari akan terus diperkuat, hal itu dilakukan menyusul berkembangnya isu ajakan perburuan terhadap kelompok lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) melalui medsos, khususnya pria berpenampilan menyerupai perempuan atau lebih dikenal “boti”.

Melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran (PMK) Tarakan, patroli rutin akan diintensifkan sebagai langkah preventif untuk menjaga ketertiban umum sekaligus mencegah terjadinya gesekan di tengah masyarakat.

Kepala Satpol PP dan PMK Kota Tarakan, Sofyan mengatakan, patroli yang dilakukan bukan ditujukan untuk menghakimi kelompok tertentu. Menurutnya, kehadiran petugas di lapangan bertujuan memastikan situasi tetap kondusif serta mencegah munculnya tindakan yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

"Yang pertama kita tetap melakukan patroli dan penertiban. Namun pendekatannya tetap persuasif. Kami akan memetakan lokasi-lokasi yang sering menjadi tempat berkumpul, kemudian memberikan imbauan agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Penanganan ini bukan hanya tugas Satpol PP, tetapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh unsur pemerintah dan masyarakat," ujarnya, Jumat (24/7).

Menurut Sofyan, penanganan persoalan tersebut tidak dapat dilakukan oleh Satpol PP sendiri. Diperlukan keterlibatan seluruh unsur pemerintah, aparat kepolisian, TNI, perangkat kelurahan, RT, tokoh agama, tokoh masyarakat hingga organisasi kemasyarakatan agar langkah yang diambil berjalan efektif dan tidak menimbulkan persoalan baru.

Ia menjelaskan, isu yang berkembang saat ini bukan hanya berkaitan dengan penegakan peraturan daerah, tetapi juga menyangkut aspek sosial, keagamaan, pendidikan, hingga pembinaan masyarakat. Karena itu, koordinasi lintas sektor menjadi hal yang sangat penting.

"Kalau berbicara penanganan, tentu banyak pihak yang harus masuk. Ada unsur pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, bahkan aspek sosial dan ekonomi juga menjadi bagian yang harus diperhatikan. Yang paling penting bagi kami adalah bagaimana menjaga kondusivitas agar tidak terjadi konflik di lapangan," katanya.

Sofyan menambahkan, patroli malam sebenarnya telah menjadi agenda rutin Satpol PP. Selain melakukan patroli keliling, petugas juga menindaklanjuti setiap laporan masyarakat mengenai aktivitas yang berpotensi mengganggu ketenteraman umum.

Menurutnya, setiap laporan akan diverifikasi dan ditindaklanjuti dengan pendekatan persuasif sesuai kewenangan Satpol PP. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah persoalan berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

"Patroli setiap malam tetap ada. Selain berpatroli, kami juga bergerak berdasarkan laporan masyarakat. Kalau ada aktivitas yang sampai tengah malam dan dinilai mengganggu ketenteraman warga, tentu akan kami datangi dan kami berikan imbauan," jelasnya.

Ia menegaskan, masyarakat diharapkan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri terhadap siapa pun. Apabila menemukan aktivitas yang diduga melanggar ketertiban umum maupun berpotensi menimbulkan keresahan, masyarakat diminta melaporkannya kepada aparat agar dapat ditangani sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Menurut Sofyan, menjaga keamanan dan ketertiban merupakan tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, Pemkot Tarakan akan terus memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar situasi tetap aman dan kondusif di tengah berkembangnya berbagai isu sosial di masyarakat.

"Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap menjaga situasi tetap kondusif dan menyerahkan penanganan setiap persoalan kepada aparat yang berwenang. Dengan kerja sama semua pihak, kami berharap keamanan dan ketertiban di Kota Tarakan tetap terjaga," pungkasnya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
boti lgbt tarakan satpol pp