TARAKAN - Adanya polemik terhadap kampanye perburuan kelompok Lesbian, Gaya, Biseksual dan Transgender (LGBT) khusus kelompok pria menyerupai perempuan di berbagai kota di Indonesia, menunjukkan adanya gejolak kondusifitas di masyarakat. Meski cukup banyak masyarakat yang memberi dukungan terhadap pembasmian tersebut, namun tidak sedikit yang menentang perbuatan tersebut lantaran dianggap melangkahi wewenang pihak berwenang. Sehingga Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) mengingatkan agar persoalan ini tidak dapat dipandang sepele.
Kepala Kesbangpol Kota Tarakan, Muhammad Harris menerangkan, berbagai persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat tidak dapat diselesaikan hanya dengan penindakan ketika masalah sudah terjadi.
Pemerintah dituntut mampu membaca akar persoalan secara menyeluruh agar kebijakan yang diambil benar-benar menjawab penyebab utama munculnya berbagai persoalan, mulai dari tindakan anarkis, radikalisme hingga fenomena sosial lainnya. Upaya pencegahan juga dinilai harus dilakukan sejak dini melalui sinergi seluruh elemen masyarakat agar stabilitas daerah tetap terjaga.
"Kalau kami melihat perburuan “boti” ini merupakan bagian dari fenomena gunung es yang nantinya bisa memberikan dampak yang lebih besar dan meluas. Sehingga kami mengingatkan agar kejadian ini tidak bisa dipandang sepele. Ini bukan hanya sekedar kelompok pemuda memburuh “boti”, tapi adanya potensi pengambilahlihan wewenang serta menuju normalisasi pada kekerasan pada sesuatu yang dianggap salah. Ini sangat berbahaya sekali dari kacamata saya. Kenapa kami melihat sangat berbahaya, karena “boti” ini hanya sebagai objek," tuturnya, Jumat (24/7).
"Nantinya persekusi ini akan bergeser ke objek lain yang misalnya sesuatu dianggap salah dari sudah pandang masyarakat bahkan bisa bergeser ke aksi penjarahan atau kekerasan dengan dalih moral. Sehingga kami mengajak semua orang untuk menyampingkan sentimen kelompok tertentu terlebih dahulu kemudian kita memandangnya dari aspek dampak sosial," ucapnya. (zac/jnr)
Editor : Januriansyah RT