Catat! Ini Wilayah di Kaltara Berstatus Waspada Hujan Lebat hingga 25 Juli

Eliazar Simon • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 19:43 WIB
PERINGATAN  : BMKG Tarakan mengeluarkan peringatan dini cuaca bagi sejumlah wilayah di Kaltara yang berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. ELIAZAR/RADAR TARAKAN 
PERINGATAN  : BMKG Tarakan mengeluarkan peringatan dini cuaca bagi sejumlah wilayah di Kaltara yang berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. ELIAZAR/RADAR TARAKAN 

TARAKAN – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Juwata Tarakan mengeluarkan peringatan dini cuaca bagi sejumlah wilayah di Kalimantan Utara (Kaltara). Hingga 25 Juli 2026, beberapa kabupaten dan kota diprakirakan masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang serta petir.

Prakirawan BMKG Tarakan, Muhammad Reza Saputra mengatakan, kondisi cuaca tersebut menjadi perhatian karena berpotensi menimbulkan dampak hidrometeorologi seperti banjir, genangan, pohon tumbang, hingga gangguan aktivitas masyarakat.

"Untuk tanggal 23 Juli, wilayah yang berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat meliputi Kota Tarakan, Kabupaten Tana Tidung, Kabupaten Nunukan, dan Kabupaten Malinau. Selain itu terdapat potensi angin kencang di Kabupaten Nunukan, Kabupaten Tana Tidung, dan Kota Tarakan," ujarnya, Kamis (23/7).

BMKG memprediksi pada 24 Juli 2026 potensi hujan sedang hingga lebat bergeser ke Kabupaten Bulungan. Sedangkan pada 25 Juli 2026, hujan berpotensi terjadi di Kabupaten Bulungan dan Kabupaten Tana Tidung.

Reza menjelaskan, kondisi cuaca tersebut dipengaruhi meningkatnya kelembapan atmosfer akibat aktifnya gelombang Kelvin yang melintasi Kalimantan Utara sejak 21 Juli lalu. Gelombang atmosfer tersebut meningkatkan kandungan uap air hingga lapisan 700 milibar dengan kelembapan relatif mencapai sekitar 90 persen.

Kondisi atmosfer yang sangat lembap tersebut menjadi faktor utama tumbuhnya awan konvektif, terutama awan Cumulonimbus (CB), yang identik dengan hujan lebat, petir, dan angin kencang.

Selain itu, BMKG juga memantau perkembangan bibit siklon tropis 92W di perairan timur Filipina. Meski lokasinya cukup jauh dari Indonesia, sistem tersebut membentuk pola belokan angin yang menyebabkan berkumpulnya massa udara di sekitar Kalimantan Utara sehingga memperbesar peluang terbentuknya awan hujan.

"Fenomena tersebut memicu pembentukan awan konvektif yang didukung kelembapan relatif tinggi sehingga berpotensi menghasilkan hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang," jelasnya.

BMKG mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi genangan, banjir di wilayah rawan, pohon tumbang, serta sambaran petir. Warga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika hujan lebat disertai petir dan rutin memantau informasi cuaca terbaru yang dirilis BMKG.

Di sektor kelautan, BMKG memastikan tinggi gelombang di perairan Kalimantan Utara masih berada pada kategori rendah, yakni di bawah 1,25 meter sehingga belum berpotensi mengganggu aktivitas pelayaran. (zar/jnr)

Editor : Januriansyah RT
tarakan cuaca bmkg