Polisi Dalami Dugaan Persoalan Upah di Balik Penikaman Mandor Proyek Sekolah Rakyat di Tarakan

Eliazar Simon • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 14:12 WIB
DALAMI : Pihak kepolisian masih mendalami dugaan motif penusukan terhadap seorang mandor proyek pembangunan Sekolah Rakyat. ISTIMEWA
DALAMI : Pihak kepolisian masih mendalami dugaan motif penusukan terhadap seorang mandor proyek pembangunan Sekolah Rakyat. ISTIMEWA
TARAKAN – Kepolisian masih mendalami motif penusukan terhadap seorang mandor proyek pembangunan Sekolah Rakyat di Jalan Pangeran Aji Iskandar, Tarakan Utara. Selain dipicu cekcok saat pembagian pekerjaan, penyidik juga menelusuri informasi mengenai dugaan persoalan pembayaran upah yang belum diterima para pekerja.

Kapolres Tarakan AKBP Erwin Syaputra Manik melalui Kapolsek Tarakan Utara IPTU Ghazy Prima Daffa Ohoirat mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, korban MT (36) dan pelaku AS (45) sama-sama berasal dari Makassar dan didatangkan ke Tarakan untuk bekerja di proyek tersebut.

"Keterangan sementara dari kedua belah pihak tidak menunjukkan adanya persoalan pribadi ataupun dendam lama. Namun kami memperoleh informasi adanya persoalan terkait upah pekerja yang belum dibayarkan. Hal itu masih kami dalami apakah berkaitan dengan peristiwa ini," katanya.

Insiden terjadi sekitar pukul 06.20 Wita saat para pekerja berkumpul di teras mes untuk sarapan sekaligus menunggu arahan pekerjaan. Ketika ditanya apakah pekerjaan tetap dilaksanakan, korban menjawab pekerjaan tidak dilakukan karena para pekerja dinilai hanya datang untuk duduk-duduk.

Jawaban tersebut memicu pertengkaran antara korban dan pelaku. Meski sempat dilerai, beberapa saat kemudian pelaku diduga mengambil pisau dapur di mes dan menusuk korban dari arah belakang sebanyak dua kali.

Korban mengalami luka tusuk di bagian punggung dan paha sebelum akhirnya dilarikan ke RS Bhayangkara Tarakan. Kondisi korban kini dipastikan stabil setelah mendapatkan penanganan medis. Sementara itu, pelaku sempat melarikan diri usai kejadian.

Polisi menerima laporan sekitar pukul 09.45 Wita dan langsung melakukan olah TKP serta memburu pelaku di sejumlah lokasi. Upaya tersebut membuahkan hasil sekitar pukul 16.00 Wita ketika pelaku ditemukan berjalan kaki di Kelurahan Karang Harapan, Tarakan Barat. Pelaku diamankan tanpa perlawanan.

Menurut pengakuan awal kepada penyidik, pelaku melarikan diri karena takut persoalan yang terjadi semakin membesar. Setelah dilakukan pendekatan oleh petugas, pelaku bersikap kooperatif saat diamankan.

Hingga kini penyidik belum menetapkan status tersangka karena proses penyelidikan masih berlangsung. Polisi juga masih mencari pisau yang diduga digunakan pelaku serta melengkapi alat bukti untuk mengungkap secara utuh penyebab insiden penusukan tersebut. (zar/jnr)

Editor : Januriansyah RT
tarakan kriminal penikaman