Cekcok Saat Sarapan di Mes Proyek, Mandor Sekolah Rakyat di Tarakan Ditikam 

Eliazar Simon • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 14:09 WIB
PENGANIAYAAN : Korban penganiayaan yang dirawat setelah ditusuk oleh pelaku di Sekolah Rakyat. ISTIMEWA
PENGANIAYAAN : Korban penganiayaan yang dirawat setelah ditusuk oleh pelaku di Sekolah Rakyat. ISTIMEWA

TARAKAN – Aktivitas para pekerja proyek pembangunan Sekolah Rakyat di Jalan Pangeran Aji Iskandar, RT 19, Kelurahan Juata Laut, Tarakan Utara, berubah menjadi aksi kekerasan pada Rabu (22/7) pagi. Seorang mandor bangunan berinisial MT (36) menjadi korban penusukan yang diduga dilakukan salah seorang pekerjanya sendiri, AS (45), usai terjadi perselisihan saat para pekerja berkumpul untuk sarapan.

Kapolres Tarakan AKBP Erwin Syaputra Manik melalui Kapolsek Tarakan Utara IPTU Ghazy Prima Daffa Ohoirat menjelaskan, insiden terjadi sekitar pukul 06.20 Wita ketika sejumlah pekerja menunggu arahan pekerjaan dari mandor.

Menurut hasil penyelidikan sementara, percakapan mengenai apakah pekerjaan tetap dilaksanakan hari itu memicu ketegangan. Korban selaku mandor menjawab pekerjaan tidak dilakukan karena para pekerja dinilai hanya datang untuk duduk-duduk. Ucapan tersebut memicu adu mulut dengan pelaku.

"Keduanya sempat akan berkelahi, namun berhasil dilerai oleh rekan-rekan pekerja," ujar IPTU Ghazy.

Situasi sempat mereda. Namun beberapa saat kemudian korban kembali berbicara dengan pekerja lain mengenai ucapan tersebut. Pelaku yang datang dari arah belakang diduga langsung mengambil pisau dapur di mes dan menikam korban sebanyak dua kali.

Akibat serangan itu, korban mengalami luka tusuk di bagian punggung dan paha dengan kedalaman sekitar tiga sentimeter. Korban segera dilarikan ke RS Bhayangkara Tarakan untuk mendapatkan perawatan medis dan menjalani visum.

Usai melakukan penusukan, pelaku melarikan diri melalui pintu belakang mes dan diduga membuang pisau yang digunakan di sekitar lokasi kejadian. Hingga kini polisi masih melakukan pencarian barang bukti tersebut. Laporan diterima polisi sekitar pukul 09.45 Wita.

Personel Polsek Tarakan Utara bersama Unit Reskrim dan Unit Intel langsung melakukan olah tempat kejadian perkara serta menyebar mencari keberadaan pelaku. "Pukul 10.00 Wita anggota kami menyebar ke beberapa lokasi, termasuk wilayah Juwata, untuk mencari informasi mengenai keberadaan pelaku," katanya.

Pelarian pelaku berakhir sekitar pukul 16.00 Wita setelah ditemukan sedang berjalan kaki di Kelurahan Karang Harapan, Tarakan Barat. Pelaku diamankan tanpa perlawanan dan dibawa ke Polsek Tarakan Utara untuk diperiksa.

Polisi masih mendalami motif penusukan tersebut. Selain melengkapi alat bukti, penyidik juga masih mencari pisau yang diduga digunakan pelaku. Berdasarkan keterangan sementara, tidak ditemukan adanya konflik pribadi maupun dendam lama antara korban dan pelaku sebelum kejadian. (zar/jnr)

Editor : Januriansyah RT
tarakan kriminal penusukan