Dinkes Tarakan Intensifkan Pengawasan SPPG, Puskesmas Rutin Turun Pastikan Higiene Sanitasi Terjaga

Eliazar Simon • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 20:59 WIB
Kepala Dinkes Tarakan, dr. Devi Ika Indriarti, M.Kes. ELIAZAR/RADAR TARAKAN 
Kepala Dinkes Tarakan, dr. Devi Ika Indriarti, M.Kes. ELIAZAR/RADAR TARAKAN 

TARAKAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tarakan memastikan pengawasan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terus dilakukan secara berkala untuk menjaga kualitas dan keamanan makanan yang disajikan kepada masyarakat. Pengawasan tersebut dilaksanakan melalui puskesmas di masing-masing wilayah kerja dengan fokus pada penerapan higiene dan sanitasi.

Kepala Dinkes Kota Tarakan, dr. Devi Ika Indriarti, M.Kes., mengatakan, seluruh SPPG wajib memenuhi standar higiene sanitasi sebelum maupun selama beroperasi. Selain melakukan pemeriksaan awal saat penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), petugas kesehatan juga rutin melakukan pembinaan dan evaluasi.

"Kalau kami rutin, teman-teman puskesmas rutin untuk melakukan pengawasan, pembinaan ke SPPG tersebut, tapi sesuai dengan wilayah kerja masing-masing," ujarnya.

Menurut Devi, jadwal pengawasan dilakukan secara berkala, umumnya setiap satu hingga dua bulan. Namun, frekuensi tersebut dapat berubah karena petugas kesehatan lingkungan juga menangani berbagai program pengawasan lainnya.

"Biasanya pengawasannya itu dilakukan ada yang sebulan, ada yang dua bulan. Tergantung, karena kegiatan kesehatan lingkungan ini bukan cuma itu saja, masih banyak kegiatan teman-teman yang dilaksanakan," katanya.

Meski demikian, Dinkes tidak terpaku pada jadwal rutin. Apabila terdapat laporan atau indikasi pelanggaran di lapangan, petugas akan segera melakukan inspeksi tanpa harus menunggu jadwal berikutnya. "Kalau ada permasalahan, kami enggak perlu nunggu jadwalnya, kami lakukan kunjungan," tegasnya.

Devi menjelaskan, pengawasan tersebut bertujuan memastikan proses pengolahan, penyimpanan, hingga penyajian makanan di SPPG tetap memenuhi standar kesehatan. Langkah ini dinilai penting untuk mencegah risiko gangguan kesehatan yang dapat timbul akibat makanan yang tidak memenuhi persyaratan higiene sanitasi.

Ia menambahkan, komunikasi dengan seluruh pengelola SPPG di Kota Tarakan selama ini berjalan baik. Koordinasi terus dilakukan apabila ditemukan hal-hal yang memerlukan tindak lanjut agar pelayanan pemenuhan gizi tetap berjalan sesuai ketentuan.

"Sejauh ini komunikasinya dengan SPPG aman. Kalau ada hal-hal yang perlu ditindaklanjuti, kami tetap melakukan koordinasi sesuai dengan kewenangan masing-masing," pungkasnya. (zar/jnr)

Editor : Januriansyah RT
tarakan SPPG dinkes Mbg kesehatan