Pendataan By Name By Address Turunkan Angka Stunting Tarakan hingga 8 Persen

Zakaria RT • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 20:50 WIB
Wali Kota Tarakan dr Khairul M. Kes. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
Wali Kota Tarakan dr Khairul M. Kes. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

TARAKAN – Strategi baru Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan dalam mendata balita mulai menunjukkan hasil. Sistem pendataan yang sebelumnya menggunakan survei berbasis sampel kini diubah menjadi by name by address melalui aplikasi Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM). Perubahan tersebut membuat data balita lebih akurat sekaligus memastikan setiap anak yang membutuhkan intervensi dapat segera ditangani. Dampaknya, angka stunting di Tarakan berhasil ditekan hingga berada di kisaran 8 persen atau melampaui target nasional.

Wali Kota Tarakan dr Khairul, M.Kes mengatakan, sistem pendataan berbasis nama dan alamat memudahkan petugas kesehatan melakukan pemantauan kondisi balita secara lebih terukur karena seluruh data tercatat secara rinci.

"Perubahan metode pendataan akan memberikan hasil yang signifikan. Berdasarkan data terbaru, angka stunting di Tarakan berhasil ditekan hingga berada di kisaran 8 persen, jauh lebih rendah dibandingkan capaian sebelumnya dan telah melampaui target nasional," ujarnya, Rabu (22/7).

Meski demikian, Khairul menegaskan capaian tersebut tidak boleh membuat seluruh pihak lengah. Menurutnya, upaya pencegahan harus terus dilakukan agar tidak muncul kembali kasus stunting baru di Kota Tarakan.

Karena itu, ia meminta seluruh ketua RT aktif memperbarui data kependudukan, terutama terhadap warga pendatang yang memiliki anak balita. Ketua RT juga diminta rutin berkoordinasi dengan kader posyandu, puskesmas, maupun pemerintah kelurahan apabila menemukan anak yang diduga mengalami gangguan pertumbuhan.

Menurutnya, keberhasilan program penanganan stunting tidak hanya bergantung pada tenaga kesehatan. Dukungan masyarakat, terutama ketua RT yang mengetahui kondisi warganya setiap hari, menjadi faktor penting agar setiap balita yang membutuhkan penanganan dapat segera terdata.

"Petugas kesehatan tidak bisa bekerja sendiri. Mereka membutuhkan informasi dari masyarakat. Ketua RT menjadi ujung tombak yang mengetahui kondisi warganya setiap hari, makanya masyarakat yang baru masuk di suatu wilayah diharapkan dapat melaporkan ke ketua RT," katanya.

Selain memperbarui data, Khairul juga meminta para ketua RT terus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang, pemeriksaan kesehatan ibu hamil, pemberian ASI eksklusif, serta pemantauan pertumbuhan anak secara berkala di posyandu.

Ia menegaskan, dengan data yang semakin akurat, pemerintah dapat memastikan seluruh balita memperoleh hak yang sama untuk tumbuh sehat dan terhindar dari stunting. "Kalau tidak ada laporan dari bawah, kita tidak akan tahu kondisi sebenarnya. Dengan pendataan yang presisi dan kepekaan Ketua RT, kita ingin memastikan tidak ada satu pun anak di Tarakan yang tertinggal mendapatkan haknya untuk tumbuh sehat dan berkualitas," tegasnya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
tarakan kesehatan stunting