Melalui Caping Day, Politeknik Kaltara Siapkan Calon Perawat Berkompeten dan Berintegritas

Rahul • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 15:52 WIB
Berfose bersama : 75 mahasiswa-mahasiswi berpose imut sebelum menjalani pengabdian tugas
Berfose bersama : 75 mahasiswa-mahasiswi berpose imut sebelum menjalani pengabdian tugas

TARAKAN – Berlangsung di gedung kampus biru, Program Studi D-III Keperawatan Politeknik Kaltara kembali menggelar Caping Day. sebuah prosesi sakral yang menjadi tonggak penting bagi mahasiswa sebelum memasuki dunia praktik klinik. Lebih dari sekadar seremoni, kegiatan ini merupakan simbol kesiapan calon perawat dalam mengemban tanggung jawab profesi dengan menjunjung tinggi etika, empati, dan profesionalisme.

Sebanyak 75 mahasiswa, terdiri dari 11 mahasiswa laki-laki dan 64 mahasiswa perempuan, mengikuti prosesi pemasangan cap yang menandai dimulainya praktik klinik di berbagai rumah sakit. Melalui kegiatan ini, Politeknik Kaltara menegaskan komitmennya mencetak tenaga kesehatan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Pendidikan dan Sosial Kaltara, Drs. H. Mustamin Bachri, MAP, mengatakan Caping Day merupakan salah satu momentum penting dalam perjalanan pendidikan mahasiswa keperawatan. Menurutnya, prosesi tersebut bukan hanya menjadi simbol dimulainya praktik klinik, tetapi juga peneguhan komitmen mahasiswa untuk mengemban profesi yang sarat dengan nilai kemanusiaan.

Baca Juga: Pengawasan Internal Avsec Bandara Juwata Tarakan Diperketat, Tutup Celah Penyelundupan Narkoba

"Yayasan akan terus memberikan dukungan penuh terhadap berbagai program akademik dan pengembangan kompetensi yang dilaksanakan Politeknik Kaltara. Dukungan tersebut merupakan bagian dari komitmen yayasan dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi, khususnya di bidang kesehatan," ujarnya, Rabu (22/7).

"Kami ingin seluruh mahasiswa tidak hanya unggul dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga memiliki integritas, etika profesi, rasa empati, serta semangat melayani masyarakat. Nilai-nilai inilah yang menjadi fondasi utama seorang tenaga kesehatan," sambungnya.

Mustamin berharap seluruh peserta Caping Day dapat menjalani praktik klinik dengan sungguh-sungguh, menjaga nama baik almamater, serta mampu menjadi perawat yang profesional, humanis, dan siap berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, khususnya di Kaltara maupun Indonesia.

Baca Juga: Keterbukaan Masyarakat Jadi Kunci Sukses Sensus Ekonomi, Ini Kata BPS Tarakan

"Semoga dengan bekal yang diberikan para dosen bermanfaat kalian (mahasiswa). Ini bukan akhir tapi ini merupakan bagian awal dari perjalan panjang kalian dalam pengabdian," pesannya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi Ketua Program Studi D-III Keperawatan Politeknik Kaltara, Ns. Nur Sriyanti, M.Kep, mengatakan penyelenggaraan Caping Day merupakan hasil dari evaluasi dan penyempurnaan yang terus dilakukan setiap tahun agar mampu memberikan pengalaman terbaik bagi mahasiswa.

"Setiap kegiatan selalu kami evaluasi. Sekecil apa pun kekurangannya menjadi bahan perbaikan untuk pelaksanaan berikutnya. Alhamdulillah tahun ini berjalan dengan baik dan sesuai dengan harapan kami," ujarnya, Rabu (22/7).

DIPASANG : Dosen memasangkan cap pada mahasiswa yang hendak dilepas bertugas di Fasilitas Kesehatan
DIPASANG : Dosen memasangkan cap pada mahasiswa yang hendak dilepas bertugas di Fasilitas Kesehatan

Menurutnya, esensi utama Caping Day bukan hanya pemasangan cap sebagai atribut profesi, tetapi memastikan mahasiswa benar-benar siap menerapkan ilmu yang telah dipelajari selama satu tahun perkuliahan ketika menghadapi pasien secara langsung.
Ia berharap seluruh mahasiswa yang mengikuti praktik mampu menyelesaikan pendidikan hingga lulus tanpa ada yang mengundurkan diri di tengah jalan.

"Harapan terbesar kami, seluruh mahasiswa yang mengikuti praktik bisa bertahan dan menyelesaikan pendidikan. Praktik klinik memang menjadi tantangan karena mereka mulai merasakan langsung bagaimana menjadi seorang perawat," katanya.

Nur Sriyanti menjelaskan, profesi perawat menuntut lebih dari sekadar kemampuan melakukan tindakan medis. Empati, keikhlasan, kemampuan berkomunikasi, hingga kesiapan mental menjadi bekal penting yang harus dimiliki setiap mahasiswa.

Baca Juga: Mayoritas Calon Penerima Amnesti di Lapas Tarakan Berasal dari Kategori Kemanusiaan

"Menjadi perawat harus dilandasi empati dan keikhlasan. Saat merawat pasien, kita tidak boleh hanya melihat dari sudut pandang diri sendiri, tetapi harus memahami kondisi pasien secara utuh, baik fisik maupun psikologis. Itu yang terus kami tanamkan kepada mahasiswa," jelasnya.

Ia menambahkan, proses pembelajaran di Politeknik Kaltara juga didukung penuh oleh Yayasan yang senantiasa memberikan ruang bagi setiap program studi untuk mengembangkan berbagai inovasi pendidikan.

"Seluruh program kami disusun melalui perencanaan yang matang dan selalu mendapat dukungan dari yayasan. Jika ada yang perlu disempurnakan, pimpinan memberikan arahan sehingga setiap kegiatan benar-benar memberikan manfaat bagi mahasiswa maupun masyarakat," ungkapnya.

Baca Juga: Penerbangan Rute Tarakan-Malaysia Masuk Agenda Kerja Sama Sosek Malindo

Terpisah, Ketua Panitia Caping Day, Ns. Sriargianti Amir, M.Kep, menjelaskan bahwa tradisi pemasangan cap telah dikenal selama ratusan tahun dalam dunia keperawatan sebagai simbol kesiapan mahasiswa memasuki praktik profesi. Menurutnya, prosesi tersebut mengandung makna mendalam karena menjadi momentum peneguhan tiga nilai utama yang harus dimiliki seorang perawat, yakni komitmen, etika, dan profesionalisme.

"Cap yang dikenakan mahasiswa bukan sekadar atribut, tetapi simbol bahwa mereka siap memegang teguh sumpah profesi dan kode etik keperawatan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat," tuturnya.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi pengingat bahwa perjalanan mahasiswa masih panjang. Setelah memasuki dunia praktik, mereka akan dihadapkan pada berbagai tantangan yang membutuhkan kompetensi sekaligus ketulusan dalam melayani pasien.

Baca Juga: Tarakan Kembali Dilirik Investor, Hypermart Ajukan Izin Buka Gerai di Gunung Lingkas

"Ini bukan akhir, tetapi awal perjuangan. Jadilah perawat yang tidak hanya terampil, tetapi juga berhati. Pasien mungkin lupa tindakan yang kita lakukan, tetapi mereka akan selalu mengingat bagaimana kita memperlakukan mereka," pesannya.

Melalui penyelenggaraan Caping Day, Politeknik Kaltara terus memperkuat komitmennya dalam menghasilkan lulusan keperawatan yang kompeten, berintegritas, beretika, dan siap berkontribusi meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, khususnya di Kaltara. Dengan dukungan seluruh sivitas akademika dan yayasan, institusi ini optimistis mampu mencetak generasi perawat profesional yang mampu menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan di masa depan. (zac)

Editor : Rahul
tarakan Politeknik Kaltara