TARAKAN – Pengawasan keamanan di Bandara Internasional Juwata Tarakan mendapat perhatian khusus dari DPRD Provinsi Kalimantan Utara. Pasca terungkapnya penyelundupan sabu seberat 933,73 gram netto pada Juni lalu, DPRD mengingatkan pentingnya memperkuat pengawasan internal agar tidak ada celah yang dapat dimanfaatkan oleh oknum.
Kepala Seksi Keamanan Penerbangan Bandara Juwata Tarakan, Martono mengatakan, kunjungan kerja DPRD Kaltara menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap upaya peningkatan sistem keamanan penerbangan.
Menurutnya, DPRD memberikan apresiasi atas langkah pengamanan yang telah dilakukan Bandara Juwata, namun sekaligus mengingatkan agar pengawasan terhadap personel terus diperkuat. "Dari DPRD ada apresiasi, sekaligus pengingat agar kami tetap waspada terhadap potensi celah yang bisa dimanfaatkan jika pengawasan internal tidak dijaga dengan baik," ujarnya.
Martono menjelaskan, pihaknya terus melakukan pembinaan, evaluasi, dan pengawasan terhadap seluruh personel Aviation Security (Avsec) sebagai langkah pencegahan dini terhadap potensi penyimpangan. Evaluasi dilakukan secara rutin untuk memastikan setiap petugas menjalankan tugas sesuai standar operasional dan memiliki integritas tinggi dalam menjaga keamanan penerbangan.
Ia menilai kasus penyelundupan narkotika yang berhasil digagalkan beberapa waktu lalu menjadi momentum memperbaiki sistem keamanan secara menyeluruh. "Kasus yang kemarin itu menjadi evaluasi bersama, agar ke depan pengawasan semakin diperketat dan tidak ada celah yang bisa dimanfaatkan," katanya.
Martono menegaskan hingga kini belum ditemukan adanya keterlibatan oknum internal dalam kasus yang berkaitan dengan keamanan penerbangan. Meski demikian, pihaknya tidak ingin lengah. Menurutnya, komitmen memperkuat pengawasan internal akan terus dijalankan karena ancaman terhadap keamanan penerbangan selalu dapat berkembang.
"Pengawasan dan pembinaan akan terus kami lakukan secara berkelanjutan untuk memastikan tidak ada celah yang dapat mengganggu keamanan dan keselamatan penerbangan di Bandara Juwata," pungkasnya. (zar/jnr)
Editor : Januriansyah RT