Pengawasan Internal Avsec Bandara Juwata Tarakan Diperketat, Tutup Celah Penyelundupan Narkoba

Eliazar Simon • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 19:32 WIB
Kepala Seksi Keamanan Penerbangan Bandara Juwata Tarakan, Martono. ELIAZAR/RADAR TARAKAN 
Kepala Seksi Keamanan Penerbangan Bandara Juwata Tarakan, Martono. ELIAZAR/RADAR TARAKAN 

TARAKAN – Pengungkapan penyelundupan sabu seberat 933,73 gram netto di Bandara Internasional Juwata Tarakan pada Juni lalu menjadi titik evaluasi penting bagi sistem keamanan penerbangan. Bandara Juwata kini memperkuat pengawasan internal terhadap personel Aviation Security (Avsec) guna mencegah potensi penyimpangan dan memastikan tidak ada celah yang dapat dimanfaatkan jaringan penyelundup narkotika.

Kepala Seksi Keamanan Penerbangan Bandara Juwata Tarakan, Martono mengatakan, pengamanan bandara tidak hanya mengandalkan peralatan pemeriksaan dan prosedur operasional, tetapi juga ditentukan oleh integritas personel yang menjalankan tugas di lapangan.

Menurutnya, evaluasi terhadap personel dilakukan secara berkala melalui pembinaan, pengawasan langsung, hingga pendekatan persuasif apabila ditemukan kekurangan dalam pelaksanaan tugas. "Kami melakukan pembinaan dan evaluasi secara berkelanjutan. Jika ada hal-hal yang perlu diperbaiki dalam pelaksanaan tugas, akan kami lakukan pendekatan dan dialog kepada personel," ujarnya.

Martono menjelaskan, pengawasan internal menjadi bagian penting dalam sistem keamanan berlapis di bandara. Setiap indikasi yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan akan segera dievaluasi agar tidak berkembang menjadi pelanggaran yang lebih besar.

Ia mengakui, sistem keamanan secanggih apa pun tetap memiliki potensi celah apabila tidak diimbangi disiplin serta integritas petugas. "Prinsipnya pengawasan ini kami lakukan terus-menerus agar tidak ada ruang bagi hal-hal yang tidak diinginkan di internal," katanya.

Kasus penyelundupan sabu yang berhasil diungkap beberapa waktu lalu, lanjut Martono, menjadi pembelajaran bagi seluruh personel untuk meningkatkan kewaspadaan dan kepatuhan terhadap prosedur keamanan.

"Kasus yang kemarin itu menjadi evaluasi bersama, agar ke depan pengawasan semakin diperketat dan tidak ada celah yang bisa dimanfaatkan," ujarnya.

Martono menambahkan, hingga saat ini belum ditemukan keterlibatan oknum internal dalam pelanggaran keamanan penerbangan. Namun kondisi tersebut tidak membuat pengawasan dikendurkan. "Selama ini belum ada temuan keterlibatan oknum, tetapi itu bukan alasan untuk mengendurkan pengawasan. Justru harus semakin diperketat," tegasnya.

Ia memastikan pembinaan dan pengawasan terhadap personel Avsec akan terus ditingkatkan demi menjaga keamanan dan keselamatan penerbangan di Bandara Internasional Juwata Tarakan. (zar/jnr)

Editor : Januriansyah RT
tarakan narkoba bandara juwata tarakan