TARAKAN – Keterbukaan masyarakat dalam memberikan informasi menjadi faktor penting untuk menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Data yang disampaikan responden akan menjadi dasar penyusunan statistik ekonomi nasional sekaligus acuan pemerintah dalam merumuskan berbagai kebijakan pembangunan.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tarakan, Umar Riyadi mengatakan, pengalaman mengikuti sensus ekonomi sejak 1996 membuatnya memahami berbagai tantangan yang dihadapi petugas saat melakukan pendataan di lapangan.
"Saya sudah terlibat dalam sensus ekonomi sejak tahun 1996. Tentunya perjalanan ini memberikan pengalaman yang sangat banyak sehingga saya cukup memahami tantangan-tantangan di lapangan," ujarnya, Selasa (21/7).
Menurut Umar, karakter responden yang beragam menjadi tantangan tersendiri bagi petugas sensus. Namun, pengalaman panjang tersebut menjadi bekal untuk memastikan proses pendataan tetap berjalan sesuai metodologi yang telah ditetapkan.
Ia menegaskan informasi yang dihimpun dari masyarakat bukan sekadar menjadi data statistik, tetapi akan digunakan pemerintah sebagai dasar menyusun berbagai kebijakan ekonomi, investasi, hingga pembangunan di masa mendatang.
"Karena itu kami berharap masyarakat memberikan data yang benar. Semakin akurat data yang kami peroleh, semakin baik pula kualitas statistik yang dihasilkan untuk mendukung pembangunan," pungkasnya. (zac/jnr)
Editor : Januriansyah RT