Tak Ada Penolakan Ritel Modern, DPMPTSP Tarakan Sebut Persaingan Usaha Berjalan Sehat

Eliazar Simon • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 21:31 WIB
Kepala DPMPTSP Kota Tarakan, H. Sugeng. ELIAZAR/RADAR TARAKAN 
Kepala DPMPTSP Kota Tarakan, H. Sugeng. ELIAZAR/RADAR TARAKAN 

TARAKAN – Pemerintah Kota Tarakan memastikan perkembangan jaringan ritel modern di daerah ini masih berjalan kondusif. Meski jumlah usaha waralaba dan pusat perbelanjaan terus bertambah, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Tarakan menyebut belum ada laporan penolakan maupun keberatan dari masyarakat ataupun pelaku usaha lokal.

Kepala DPMPTSP Kota Tarakan, H. Sugeng, mengatakan pemerintah melihat persaingan usaha yang terjadi justru mendorong peningkatan kualitas pelayanan kepada konsumen. "Dari masyarakat tidak ada protes. Aman saja. Ya bersaing lah istilahnya. Kompetitif juga. Yang penting usaha-usaha itu berkembang dan persaingannya berjalan dengan baik," ujar Sugeng.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul masuknya pengajuan izin operasional Hypermart yang berencana membuka gerai di kawasan Gunung Lingkas. Menurut Sugeng, pemerintah akan memproses seluruh perizinan sesuai ketentuan tanpa membedakan investor yang masuk. "Hypermart yang akan masuk itu rencananya di Gunung Lingkas. Izinnya sudah masuk," katanya.

Sugeng menilai berkembangnya ritel modern tidak akan mematikan usaha yang sudah ada karena setiap pelaku usaha memiliki segmen pasar masing-masing. Kehadiran investor baru justru diyakini akan memperluas aktivitas perdagangan dan meningkatkan daya saing dunia usaha di Tarakan.

Ia menjelaskan, Tarakan masih menjadi tujuan utama masyarakat dari berbagai kabupaten di Kalimantan Utara untuk berbelanja karena kelengkapan produk dan jasa yang tersedia. "Tarakan ini cukup lengkap. Jadi masyarakat dari kabupaten-kabupaten lain datang ke sini karena barang atau usaha yang belum ada di daerah mereka biasanya ada di Tarakan," katanya.

Selain didukung pasar yang besar, Tarakan juga memiliki infrastruktur yang dinilai siap menunjang investasi. Fasilitas seperti bandara, pelabuhan, hotel, pusat pertokoan hingga kawasan kuliner menjadi daya tarik tersendiri bagi investor dari luar daerah.

"Kalau untuk berinvestasi, sarana prasarananya sudah cukup. Ada bandara, pelabuhan, hotel-hotel, pertokoan, kemudian jenis kafe dan fasilitas lainnya sudah memenuhi. Sehingga pelaku usaha dari luar sangat tertarik untuk menanamkan modal dan berinvestasi di Kota Tarakan," ujarnya.

Sugeng optimistis sektor perdagangan modern di Tarakan masih akan terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat dan kuatnya posisi Tarakan sebagai pusat perdagangan di Kalimantan Utara. Pemerintah pun memastikan tetap membuka ruang bagi investor yang ingin menanamkan modal selama memenuhi seluruh persyaratan perizinan. (zar/jnr)

Editor : Januriansyah RT
tarakan investasi