TARAKAN – Hasil pemeriksaan rutin Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kota Tarakan menunjukkan sekitar 90 persen depot air minum isi ulang di Kota Tarakan masih memenuhi standar keamanan mikrobiologi. Meski demikian, pemerintah tetap meningkatkan pengawasan terhadap depot yang ditemukan mengandung bakteri Escherichia coli (E. coli) agar tidak membahayakan kesehatan masyarakat.
Kepala Labkesda Tarakan, Sri Wahyuni mengatakan, pemeriksaan mutu air minum dilakukan setiap bulan bersama seluruh puskesmas di Kota Tarakan. Pengawasan ini menjadi langkah preventif untuk memastikan air minum yang dikonsumsi masyarakat tetap layak dan bebas dari pencemaran bakteri.
"Depo air minum se-Kota Tarakan ini diperiksa mutunya secara mikrobiologi setiap bulan dan itu rutin dilaksanakan oleh puskesmas seluruh Kota Tarakan," ujarnya.
Ia menyebutkan, mayoritas depot telah memenuhi standar kesehatan. Namun, beberapa sampel masih ditemukan tidak memenuhi syarat sehingga langsung masuk dalam pengawasan Dinas Kesehatan.
"Kalau sekitar 90 persen aman, tetapi ada juga yang tidak aman. Itu langsung dalam pengawasan dinas kesehatan," katanya.
Sri Wahyuni menjelaskan, pemeriksaan laboratorium berfokus pada keberadaan bakteri E. coli sebagai indikator pencemaran. Jika hasil uji menunjukkan positif, petugas akan melakukan investigasi untuk mengetahui sumber masalah, baik dari kualitas air baku, kondisi filter, maupun alat sterilisasi UV.
Selanjutnya, hasil pemeriksaan diserahkan kepada puskesmas untuk dilakukan verifikasi lapangan. Dinas Kesehatan kemudian memberikan rekomendasi perbaikan kepada pengelola depot sebelum diizinkan kembali beroperasi.
"Kalau ada yang positif, kami laporkan ke puskesmas. Dari sana ditindaklanjuti sesuai wilayah kerja, lalu dinas kesehatan yang mengeluarkan rekomendasi," ujarnya.
Sri Wahyuni menegaskan bahwa pengawasan kualitas air minum akan terus dilakukan secara berkelanjutan mengingat air isi ulang menjadi kebutuhan utama masyarakat. Selain depot air minum, Labkesda juga rutin melakukan pengujian kualitas air PDAM Tirta Alam Tarakan sebagai pembanding untuk memastikan keamanan pasokan air di Kota Tarakan.
"Ini penting karena dikonsumsi semua lapisan masyarakat, baik untuk minum maupun kebutuhan sehari-hari," tutupnya. (zar/jnr)
Editor : Januriansyah RT