Labkesda Tarakan Perketat Pengawasan Depot Air Minum, Positif E. coli Langsung Ditutup Sementara

Eliazar Simon • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 21:17 WIB
PERKETAT : Labkesda Tarakan memperketat pengawasan terhadap depot air minum isi ulang untuk memastikan air yang dikonsumsi masyarakat tetap aman. ISTIMEWA
PERKETAT : Labkesda Tarakan memperketat pengawasan terhadap depot air minum isi ulang untuk memastikan air yang dikonsumsi masyarakat tetap aman. ISTIMEWA

TARAKAN – Pemerintah Kota Tarakan memperketat pengawasan terhadap depot air minum isi ulang untuk memastikan air yang dikonsumsi masyarakat tetap aman. Depot yang terbukti mengandung bakteri Escherichia coli (E. coli) akan diminta menghentikan operasional sementara hingga seluruh sumber pencemaran diperbaiki dan hasil uji laboratorium kembali memenuhi standar kesehatan.

Kepala Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Tarakan, Sri Wahyuni mengatakan, pengawasan dilakukan secara rutin setiap bulan melalui pemeriksaan mikrobiologi terhadap seluruh depot air minum isi ulang di Kota Tarakan. Pemeriksaan dilaksanakan bersama puskesmas di masing-masing wilayah sebagai upaya mencegah risiko penyakit akibat konsumsi air yang tercemar.

"Depo air minum se-Kota Tarakan ini diperiksa mutunya secara mikrobiologi setiap bulan dan itu rutin dilaksanakan oleh puskesmas seluruh Kota Tarakan," ujarnya.

Menurut Sri Wahyuni, hasil pemeriksaan menunjukkan sekitar 90 persen depot air minum masih memenuhi persyaratan kesehatan. Namun, masih ditemukan sebagian kecil depot yang hasil uji laboratoriumnya positif mengandung bakteri E. coli sehingga harus mendapat pengawasan khusus dari Dinas Kesehatan.

"Kalau sekitar 90 persen aman, tetapi ada juga yang tidak aman. Itu langsung dalam pengawasan dinas kesehatan," katanya.

Ia menjelaskan, apabila ditemukan bakteri E. coli, petugas akan melakukan penelusuran terhadap penyebab pencemaran. Sumbernya dapat berasal dari air baku, filter yang sudah tidak layak digunakan, maupun alat sterilisasi ultraviolet (UV) yang tidak lagi berfungsi optimal.

"Kalau positif E. coli, nanti dicari penyebabnya. Bisa dari sumber air, bisa dari filter yang belum diganti, atau dari alat UV yang sudah tidak berfungsi," jelasnya.

Hasil pemeriksaan laboratorium selanjutnya disampaikan kepada puskesmas sesuai wilayah kerja untuk dilakukan pemeriksaan lapangan. Berdasarkan hasil tersebut, Dinas Kesehatan akan mengeluarkan rekomendasi agar depot menghentikan sementara penjualan air hingga seluruh perbaikan selesai dilakukan.

"Selama belum diperbaiki, dinas kesehatan akan merekomendasikan untuk tidak menjual air dulu. Setelah diperbaiki, diuji ulang, kalau hasilnya negatif baru boleh beroperasi lagi," tegasnya.

Selain depot air minum isi ulang, Labkesda juga rutin menguji kualitas air PDAM Tirta Alam Tarakan sebagai bagian dari pengawasan kualitas air yang digunakan masyarakat sehari-hari. (zar/jnr)

Editor : Januriansyah RT
labkesda tarakan depot air minum