Aksi Razia “Boti” Jadi Perhatian Masyarakat, FKUB Tarakan Minta Semua Pihak Menahan Diri

Zakaria RT • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 19:51 WIB
SWEPING: Aksi Sweping kelompok LGBT khususnya “boti” oleh sekelompok pemuda di Kota Tarakan. TANGKAPAN LAYAR
SWEPING: Aksi Sweping kelompok LGBT khususnya “boti” oleh sekelompok pemuda di Kota Tarakan. TANGKAPAN LAYAR

TARAKAN - Fenomena aksi sejumlah kelompok masyarakat yang melakukan konvoi dan pencarian terhadap kelompok yang diduga LGBT di Kota Tarakan khususnya “boti” memunculkan beragam tanggapan. Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kota Tarakan mengingatkan agar seluruh pihak tidak bertindak di luar koridor hukum, sementara Front Persaudaraan Islam (FPI) Tarakan menyatakan dukungannya terhadap gerakan penolakan yang dilakukan masyarakat selama tidak disertai tindakan kekerasan.

Saat dikonfirmasi, Sekretaris FKUB Tarakan Syamsi Sarman mengatakan, semua kelompok masyarakat harus menahan diri agar situasi tetap kondusif. Menurutnya, persoalan tersebut sebaiknya diselesaikan melalui mekanisme hukum, bukan dengan tindakan yang berpotensi menimbulkan persoalan baru.

"Kalau saran saya, janganlah masing-masing kelompok masyarakat menghakimi kelompok masyarakat lainnya. Kita negara hukum, maka segala sesuatunya dudukkanlah pada porsi hukum," katanya kepada Radar Tarakan, Senin (20/7).

Ia juga meminta kelompok yang melakukan aksi penyisiran atau sweeping tidak melakukan tindakan main hakim sendiri. Di sisi lain, ia mengimbau kelompok yang menjadi sorotan masyarakat untuk tidak menampilkan aktivitas yang memicu keresahan.

"Saya berharap jangan melakukan tindakan main hakim sendiri. Kemudian kepada kelompok yang sedang menjadi sorotan masyarakat juga supaya membatasi diri. Jangan terlalu eksis sehingga mengganggu perasaan masyarakat. Ini juga demi keselamatan mereka sendiri," ujarnya. (zac/jnr)

 

Editor : Januriansyah RT
boti lgbt tarakan fkub