TARAKAN - Penghentian sementara operasional sejumlah dapur penyedia Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Tarakan berdampak langsung terhadap distribusi makanan kepada para penerima manfaat. Tiga dapur yang dikelola Yayasan Sadewa Pejuang Bergizi terpaksa menghentikan aktivitasnya setelah menerima surat suspend dari Badan Gizi Nasional (BGN), meski pihak yayasan mengaku seluruh perbaikan yang diminta telah diselesaikan.
Saat dikonfirmasi, Perwakilan Yayasan Sadewa Pejuang Bergizi yang merupakan yayasan menaungi tiga dapur MBG, Makbul mengatakan, surat penghentian sementara diterima dari BGN dan berlaku terhadap tiga dapur yang berada di bawah pengelolaan yayasan, yakni di Pamusian 5, Karang Harapan, dan Juata Kerikil 2.
"Kami dari Yayasan Sadewa Pejuang Bergizi pada intinya menerima surat penutupan sementara dari BGN. Adapun dapur yang terdampak berada di Pamusian 5, Karang Harapan, dan Juata Kerikil 2," ujarnya, Minggu (19/7).
Ia meluruskan anggapan yang berkembang bahwa penghentian operasional dapur disebabkan persoalan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Menurutnya, hasil evaluasi dari BGN lebih banyak berkaitan dengan penyempurnaan beberapa fasilitas fisik di dalam dapur agar sesuai dengan standar teknis terbaru.
Lanjutnya, salah satu catatan yang harus dipenuhi adalah pembuatan sekat pada ruang penyimpanan ompreng atau wadah makanan, sehingga area penyimpanan memenuhi ketentuan sanitasi yang ditetapkan. Selain itu, pihak yayasan juga diminta memasang sistem ducting atau cerobong pembuangan asap pada area dapur.
"Beberapa catatan itu berkaitan dengan perangkat yang ada di dapur. Misalnya tempat penyimpanan ompreng yang harus dibuatkan sekat, kemudian pemasangan ducting sebagai saluran pembuangan asap. Jadi bukan semata-mata karena persoalan IPAL," jelasnya.
Menurut Makbul, pemasangan ducting sempat menjadi tantangan karena di Tarakan masih terbatas tenaga teknis yang memiliki kemampuan mengerjakan instalasi tersebut. Kondisi itu membuat proses penyempurnaan membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan daerah lain. Meski demikian, ia memastikan seluruh pekerjaan yang diminta BGN kini telah diselesaikan.
"Sampai hari ini seluruh perbaikan sudah kami laksanakan. Ducting sudah dipasang dan semua catatan yang menjadi permintaan sudah kami selesaikan. Tinggal menunggu proses evaluasi dari pusat untuk pembukaan kembali dapur," katanya. (zac/jnr)
Editor : Januriansyah RT