0 Kaltara Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Operasi Penyelamatan Lampaui Kasus Kebakaran, PMK Tarakan Tangani 218 Evakuasi Darurat

Zakaria RT • Sabtu, 18 Juli 2026 | 20:37 WIB
EVAKUASI : Petugas PMK Tarakan mengevakuasi seekor ular dari permukiman warga. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
EVAKUASI : Petugas PMK Tarakan mengevakuasi seekor ular dari permukiman warga. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

TARAKAN – Tugas PMK Tarakan kini semakin beragam. Sepanjang semester pertama 2026, personel PMK lebih banyak menangani operasi penyelamatan nonkebakaran dibanding memadamkan api. Evakuasi satwa liar hingga berbagai kondisi darurat masyarakat mendominasi pekerjaan petugas di lapangan.

Kepala Bidang PMK dan Penyelamatan Tarakan, Eko S. Noko mengatakan, sejak Januari hingga Juni 2026 pihaknya menangani sebanyak 218 operasi penyelamatan nonkebakaran. Sementara itu, jumlah kejadian kebakaran yang ditangani selama periode yang sama tercatat sebanyak 42 kasus.

"Selama enam bulan pertama tahun ini kami menangani 42 kejadian kebakaran dan 218 operasi darurat nonkebakaran. Jadi tugas kami tidak hanya memadamkan api, tetapi juga memberikan layanan penyelamatan dalam berbagai situasi darurat," ujarnya, Jumat (17/7).

Menurut Eko, tingginya jumlah operasi penyelamatan menunjukkan peran PMK saat ini tidak lagi hanya sebagai petugas pemadam kebakaran, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam memberikan bantuan saat masyarakat menghadapi berbagai kondisi darurat.

Ia menjelaskan, sebagian besar operasi penyelamatan berupa evakuasi satwa liar yang masuk ke kawasan permukiman. Hewan yang paling sering dievakuasi antara lain ular, biawak, buaya, lebah, tawon, anjing agresif hingga bekantan.

Selain evakuasi satwa, personel PMK juga kerap membantu masyarakat dalam berbagai keadaan darurat lainnya, seperti melepaskan cincin yang tersangkut di jari serta penanganan insiden yang memerlukan pertolongan cepat.

Untuk penanganan kebakaran, April menjadi bulan dengan jumlah kejadian tertinggi, yakni 10 kasus. Selanjutnya Januari sebanyak sembilan kasus, Maret dan Juni masing-masing delapan kasus, Februari empat kasus, serta Mei tiga kasus.

Berdasarkan objek yang terbakar, sebanyak 13 kejadian merupakan kebakaran rumah atau bangunan, 17 kejadian kebakaran lahan dan hutan, sedangkan 12 kejadian lainnya meliputi kebakaran sampah, ban bekas hingga tumpahan minyak.

Eko mengimbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan untuk mencegah terjadinya kebakaran. Warga diminta rutin memeriksa instalasi listrik di rumah, tidak membakar lahan maupun sampah sembarangan, serta segera menghubungi petugas apabila terjadi keadaan darurat agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.

"Peran masyarakat sangat penting dalam mencegah kebakaran. Apabila terjadi keadaan darurat, segera hubungi petugas agar penanganan bisa dilakukan secepat mungkin," pungkasnya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
evakuasi darurat tarakan PMK Tarakan