0 Kaltara Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

SPMB 2026 di Tarakan Tuntas, Sisakan Lima Kursi Kosong di SD Negeri

Zakaria RT • Sabtu, 18 Juli 2026 | 20:28 WIB
BELAJAR : Aktivitas belajar mengajar siswa di salah satu sekolah dasar di Kota Tarakan. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
BELAJAR : Aktivitas belajar mengajar siswa di salah satu sekolah dasar di Kota Tarakan. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

TARAKAN – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di Kota Tarakan resmi berakhir. Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tarakan memastikan proses penerimaan peserta didik baru berjalan lancar, dengan hampir seluruh kuota sekolah negeri di jenjang SD dan SMP berhasil terpenuhi.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tarakan, Tamrin Toha mengatakan, pada rekapitulasi awal masih terdapat 215 kursi kosong di jenjang SD dan 83 kursi kosong di jenjang SMP. Namun, setelah masa pengaduan dan penyesuaian data selesai dilakukan, sebagian besar kuota tersebut berhasil terisi.

"Secara umum pelaksanaan SPMB tahun 2026 ini terlaksana dengan baik dan lancar. Setelah pengaduan kita tindak lanjuti, kuota-kuota yang sebelumnya masih kosong sebagian besar sudah terisi," ujarnya, Jumat (17/7).

Tamrin menjelaskan, saat ini seluruh kuota SMP negeri hampir sepenuhnya telah terisi. Sementara di tingkat SD negeri hanya tersisa sekitar lima kursi yang belum ditempati calon peserta didik. "Sekitar lima kursi saja yang masih kosong. SMP sudah hampir semuanya terpenuhi," katanya.

Ia mengungkapkan, kursi yang belum terisi berada di SD Negeri 14, SD Negeri 26, SD Negeri 36, dan SD Negeri 37. Menurutnya, kondisi tersebut terjadi karena jumlah pendaftar di sekolah-sekolah tersebut belum memenuhi daya tampung yang tersedia.

Selain itu, masih banyak orang tua yang hanya memilih sekolah-sekolah tertentu. Ketika tidak diterima di sekolah pilihannya, sebagian memilih mendaftarkan anak ke sekolah swasta atau mempertimbangkan faktor jarak dibanding mengisi kuota yang masih tersedia di sekolah negeri lain.

"Ada yang hanya memilih satu, dua, atau tiga sekolah. Begitu tidak terakomodasi, mereka tidak mau mengisi sekolah yang masih kosong. Ada juga yang akhirnya memilih sekolah swasta atau mempertimbangkan faktor jarak," jelasnya.

Tamrin menambahkan, meski tahapan SPMB telah selesai dan kegiatan belajar mengajar tahun ajaran baru sudah dimulai, Disdik tetap akan melakukan evaluasi terhadap seluruh proses pelaksanaan sebagai bahan penyempurnaan pada tahun berikutnya.

Ia berharap seluruh anak usia sekolah di Kota Tarakan tetap memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan, baik di sekolah negeri maupun swasta, sehingga angka partisipasi sekolah dapat terus meningkat.

"Yang penting anak-anak yang sudah masuk usia sekolah tetap bisa bersekolah. Harapan kita angka partisipasi sekolah bisa terus meningkat," pungkasnya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
tarakan sekolah spmb