TARAKAN – Di balik capaian Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) dengan nilai 95, Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Kalimantan Utara masih menemukan sejumlah aspek yang perlu diperkuat. Salah satu fokus pembenahan adalah pengembangan layanan laboratorium agar mampu mendukung kebutuhan pelayanan karantina yang semakin kompleks.
Kepala BKHIT Kaltara, Ichi Langlang Buana Machmud mengakui, laboratorium yang dimiliki saat ini telah mengantongi akreditasi. Namun, ruang lingkup pengujian masih perlu diperluas sehingga dapat memberikan layanan yang lebih optimal kepada masyarakat dan pelaku usaha.
"Laboratorium kami memang sudah terakreditasi, tetapi ruang lingkupnya masih perlu ditambah. Itu menjadi pekerjaan rumah yang harus kami siapkan, termasuk sarana dan prasarananya," ujarnya.
Menurut Ichi, pengembangan laboratorium menjadi salah satu bagian dari evaluasi Penilaian Mandiri Indeks Pelayanan Publik (IPP) yang sedang dilakukan BKHIT Kaltara. Evaluasi tersebut bertujuan memetakan seluruh aspek pelayanan yang masih memerlukan peningkatan sebelum dilakukan penilaian oleh KemenPAN-RB.
Selain laboratorium, evaluasi juga mencakup standar pelayanan, fasilitas pendukung, SOP, kepastian tarif, waktu pelayanan, hingga sistem pengaduan masyarakat.
Sementara itu, Ketua Tim Kerja Karantina Tumbuhan BKHIT Kaltara, Moh Lambang Pribadi, menjelaskan proses yang sedang berjalan merupakan bagian dari Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pelayanan Publik (PEKPPP) sesuai amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik.
Menurutnya, terdapat enam indikator utama yang menjadi dasar penilaian, yakni kebijakan pelayanan, profesionalisme sumber daya manusia, sarana dan prasarana, konsultasi dan pengaduan, sistem informasi pelayanan publik, serta inovasi pelayanan.
"Yang dinilai bukan hanya hasil akhirnya, tetapi bagaimana sistem pelayanan itu dibangun dan dijalankan secara menyeluruh," jelas Lambang.
Ia menyebut BKHIT Kaltara menjadi salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) karantina yang mengikuti penilaian PEKPPP tahun ini. Melalui evaluasi tersebut, instansi berharap dapat memperoleh gambaran objektif mengenai kualitas pelayanan yang telah diberikan.
"Saat ini kami masih dalam proses penilaian. Harapannya evaluasi ini menunjukkan apa yang sudah baik dan apa yang masih harus dibenahi agar pelayanan kepada masyarakat semakin berkualitas," pungkasnya. (zar/jnr)
Editor : Januriansyah RT