0 Kaltara Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Cuaca Ekstrem hingga Gelombang Juata Laut Jadi Tantangan Patroli KP Balam di Perairan Kaltara 

Eliazar Simon • Rabu, 15 Juli 2026 | 21:25 WIB
Komandan KP Balam Baharkam Polri, AKP Erwin Saputra, S.S.T.Pel., M.Mar. ELIAZAR/RADAR TARAKAN 
Komandan KP Balam Baharkam Polri, AKP Erwin Saputra, S.S.T.Pel., M.Mar. ELIAZAR/RADAR TARAKAN 

TARAKAN – Menjaga keamanan laut di wilayah perbatasan Kalimantan Utara (Kaltara) tidak hanya menghadapi ancaman penyelundupan narkotika dan kejahatan lintas negara. Personel KP Balam Baharkam Polri juga harus berhadapan dengan cuaca ekstrem yang kerap berubah secara tiba-tiba saat melaksanakan patroli.

Komandan KP Balam Baharkam Polri, AKP Erwin Saputra, S.S.T.Pel., M.Mar., mengungkapkan, perubahan angin, hujan, hingga gelombang tinggi menjadi tantangan terbesar selama bertugas di perairan Kalimantan Utara, terutama ketika patroli dilakukan pada malam hari.

"Selama di Kaltara ini tantangannya ya paling situasi perairan itu cuaca. Kalau kita malam mau patroli, angin dan badainya suka tiba-tiba. Jadi tantangan tersulit di sini cuma cuaca dan alam saja," ujarnya.

Menurut Erwin, karakteristik gelombang di perairan Juata Laut, Tarakan, termasuk yang paling berat dibandingkan beberapa wilayah patroli lainnya. Meski demikian, patroli tetap dijalankan karena wilayah Kalimantan Utara merupakan kawasan strategis yang berbatasan langsung dengan Malaysia.

Ia menjelaskan, kapal patroli KP Balam memang berpangkalan di Tarakan sehingga pengawasan lebih banyak dilakukan di wilayah tersebut. Namun patroli secara berkala juga digelar ke Nunukan dan Sebatik yang dinilai paling rawan terhadap aktivitas penyelundupan.

"Kalau yang paling rawan itu Nunukan dan Sebatik. Kalau fokus pengawasannya kita di seluruh wilayah Kalimantan Utara. Karena kapal kami bersandar di Tarakan, jadi kita fokus di sini. Tapi kita sesekali mobile ke Nunukan dan Sebatik," katanya.

Selain menghadapi kondisi alam yang tidak menentu, personel patroli juga mengawasi berbagai potensi pelanggaran hukum di laut. "Selain narkotika, kami juga melakukan pengawasan terhadap TPPO, illegal fishing, dan illegal logging. Koordinasi juga dilakukan dengan Gakkum Polairud Polda Kaltara, kemudian dengan BNN, Angkatan Laut, Bea Cukai, serta Basarnas," jelasnya.

Berkat koordinasi tersebut, aparat berhasil mengungkap penyelundupan sabu seberat 3,1 kilogram yang diduga berasal dari Malaysia. Pengungkapan dilakukan setelah aparat menerima informasi intelijen dan melakukan surveillance di wilayah Sebatik hingga perairan Tarakan.

"Kami mendapat informasi bakal ada penyelundupan sabu dari Malaysia ke Tarakan. Jadi pada saat mendapatkan informasi, kami bersama Gakkum Polairud Polda Kaltara melakukan surveillance di area Sebatik dan perairan sekitar Tarakan sampai dengan pengungkapan kasus ini," tuturnya.

Selain itu, aparat juga masih melakukan penyelidikan terhadap dugaan lalu lintas pekerja migran ilegal melalui jalur laut perbatasan Indonesia-Malaysia. "Untuk tenaga kerja imigran dari Malaysia masuk ke Indonesia atau dari Indonesia ke Malaysia itu lagi sedang dalam penyelidikan. Sejauh ini kami baru mendapat informasi untuk melakukan penyelidikan, jadi belum melakukan penanganan kasus," pungkas Erwin.

Menurutnya, meski dihadapkan pada cuaca yang kerap berubah ekstrem, patroli laut akan terus diintensifkan sebagai langkah preventif menjaga keamanan perairan Kalimantan Utara dan mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan lintas negara. (zar/jnr)

Editor : Januriansyah RT
kaltara patroli gelombang laut