TARAKAN – Pemerintah Kota Tarakan optimistis realisasi investasi sepanjang 2026 kembali menembus angka Rp 1 triliun. Optimisme tersebut muncul setelah realisasi investasi pada triwulan I telah mencapai Rp 387,11 miliar atau hampir 40 persen dari target minimal yang diharapkan.
Kepala DPMPTSP Kota Tarakan, H. Sugeng mengatakan, pihaknya masih menunggu laporan realisasi investasi triwulan II yang diperkirakan mulai masuk setelah batas akhir pelaporan sekitar 20 Juli 2026.
"Triwulan kedua belum bisa kami lihat karena perusahaan masih menyampaikan laporan. Mudah-mudahan setelah tanggal 20 Juli seluruh data sudah masuk sehingga kita bisa mengetahui perkembangan investasi sampai pertengahan tahun," katanya.
Menurut Sugeng, pola realisasi investasi setiap tahun menunjukkan peningkatan signifikan pada semester kedua. Hal itu menjadi dasar optimisme pemerintah daerah bahwa target investasi tahun ini dapat tercapai.
"Kalau melihat pengalaman tahun-tahun sebelumnya, triwulan pertama biasanya belum terlalu besar. Triwulan kedua mulai meningkat, kemudian puncaknya di triwulan tiga dan empat karena banyak proyek investasi yang sudah berjalan dan baru dilaporkan," ujarnya.
Selain mengejar nilai investasi, DPMPTSP juga menargetkan sebanyak 400 perusahaan melaporkan kegiatan penanaman modal sepanjang tahun ini. Hingga akhir triwulan pertama, sebanyak 164 perusahaan telah tercatat menyampaikan laporan investasi.
Sugeng menjelaskan, seluruh pelaporan dilakukan melalui sistem OSS yang memungkinkan perusahaan menyampaikan laporan secara daring.
"Pelaporannya sekarang sudah melalui OSS. Jadi perusahaan tidak perlu lagi datang untuk menyampaikan laporan secara manual. Tetapi kalau ada yang mengalami kesulitan, petugas kami selalu siap memberikan pendampingan sampai proses pelaporan selesai," jelasnya.
Ia menilai kemudahan layanan digital tersebut turut mendorong kepatuhan pelaku usaha dalam menyampaikan laporan kegiatan investasi.
Berdasarkan data DPMPTSP, realisasi investasi triwulan I terdiri dari PMA sebesar Rp 284,31 miliar dan PMDN sebesar Rp 102,8 miliar. Nilai tersebut berasal dari 164 perusahaan dengan total penyerapan 248 tenaga kerja Indonesia tanpa adanya penggunaan tenaga kerja asing.
Sugeng juga mengungkapkan bahwa capaian investasi Kota Tarakan pada tahun sebelumnya mencapai sekitar Rp 1,3 triliun. Capaian tersebut menjadi modal optimisme pemerintah daerah untuk kembali mencatatkan pertumbuhan investasi pada 2026.
"Tahun lalu investasi kita sekitar Rp 1,3 triliun. Mudah-mudahan tahun ini juga bisa mencapai bahkan melampaui angka Rp 1 triliun. Itu harapan kami karena investasi sangat penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan kerja di Kota Tarakan," tutupnya. (zar/jnr)
Editor : Januriansyah RT