0 Kaltara Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Lapas Tarakan Perketat Layanan Kunjungan, Keamanan Tetap Berjalan Bersama Pembinaan

Eliazar Simon • Selasa, 14 Juli 2026 | 20:46 WIB
KEAMANAN : Lapas Kelas IIA Tarakan memastikan layanan kunjungan bagi keluarga WBP tetap berjalan dengan mengedepankan aspek keamanan. LAPAS KELAS IIA TARAKAN 
KEAMANAN : Lapas Kelas IIA Tarakan memastikan layanan kunjungan bagi keluarga WBP tetap berjalan dengan mengedepankan aspek keamanan. LAPAS KELAS IIA TARAKAN 

TARAKAN – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tarakan memastikan layanan kunjungan bagi keluarga Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) tetap berjalan dengan mengedepankan aspek keamanan. Seluruh pengunjung diwajibkan mengikuti prosedur pemeriksaan sebagai bagian dari upaya menjaga situasi lapas tetap kondusif tanpa mengurangi hak warga binaan untuk bertemu keluarga.

Kepala Lapas Kelas IIA Tarakan, Jupri mengatakan, kunjungan keluarga merupakan salah satu bagian dari proses pembinaan karena hubungan emosional antara warga binaan dan keluarga harus tetap terpelihara selama menjalani masa pidana.

Meski demikian, ia menegaskan seluruh layanan dilakukan sesuai standar operasional yang berlaku. Setiap pengunjung wajib menjalani pendaftaran, pemeriksaan identitas, pemeriksaan administrasi, hingga pemeriksaan barang bawaan sebelum memasuki area kunjungan.

"Kunjungan tetap kami buka sesuai aturan yang berlaku. Ada proses pemeriksaan yang harus dilakukan karena keamanan tetap menjadi perhatian, tetapi hubungan warga binaan dengan keluarga juga perlu dijaga," jelas Jupri.

Menurutnya, keseimbangan antara keamanan dan pelayanan menjadi prinsip yang diterapkan Lapas Tarakan. Pengawasan ketat diperlukan untuk mencegah masuknya barang-barang terlarang, sekaligus memastikan proses pembinaan warga binaan dapat berlangsung secara optimal.

Jupri menjelaskan, komunikasi antara warga binaan dengan keluarga memiliki dampak positif terhadap kondisi mental dan psikologis mereka. Dukungan dari keluarga membuat warga binaan lebih termotivasi mengikuti program pembinaan yang telah disiapkan.

Selain menjaga keamanan, Lapas Tarakan juga terus mengembangkan berbagai program pembinaan kepribadian dan keterampilan sebagai bekal warga binaan setelah bebas.

Program tersebut diharapkan mampu membantu mereka memperoleh kepercayaan diri dan keterampilan ketika kembali ke masyarakat. "Saat kembali ke masyarakat, mereka perlu dukungan dari orang-orang terdekat. Keluarga menjadi bagian yang paling awal memberikan penguatan agar mereka bisa beradaptasi lagi dengan lingkungan," tutur Jupri.

Ia menegaskan keberhasilan sistem pemasyarakatan tidak hanya diukur dari tertibnya pelaksanaan pembinaan di dalam lapas, tetapi juga dari kemampuan mantan warga binaan menjalani kehidupan sosial secara mandiri setelah kembali ke tengah masyarakat. Dukungan keluarga dan penerimaan masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam mewujudkan tujuan tersebut. (zar/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#tarakan #lapas #WBP