0 Kaltara Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Keluarga Jadi Kunci Keberhasilan Pembinaan WBP di Lapas Tarakan

Eliazar Simon • Selasa, 14 Juli 2026 | 20:45 WIB
PEMBINAAN: Keterlibatan keluarga menjadi salah satu faktor utama yang menentukan keberhasilan proses pembinaan WBP di Lapas Tarakan. LAPAS KELAS II A TARAKAN 
PEMBINAAN: Keterlibatan keluarga menjadi salah satu faktor utama yang menentukan keberhasilan proses pembinaan WBP di Lapas Tarakan. LAPAS KELAS II A TARAKAN 

TARAKAN – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tarakan menilai keterlibatan keluarga menjadi salah satu faktor utama yang menentukan keberhasilan proses pembinaan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Dukungan moral dari orang-orang terdekat dinilai mampu menjaga semangat warga binaan selama menjalani masa pidana hingga mempersiapkan mereka kembali ke tengah masyarakat.

Kepala Lapas Kelas IIA Tarakan, Jupri mengatakan, pembinaan di dalam lapas tidak hanya berorientasi pada perubahan perilaku selama menjalani hukuman. Lebih dari itu, pembinaan diarahkan agar warga binaan siap menjalani kehidupan baru setelah bebas.

"Kalau pembinaan berjalan dengan baik, yang dilihat bukan hanya selama mereka berada di dalam lapas, tetapi juga bagaimana kesiapan mereka saat kembali ke masyarakat," ujarnya.

Menurut Jupri, keluarga memiliki peran besar dalam memberikan motivasi kepada warga binaan agar tetap mengikuti seluruh program pembinaan, baik pembinaan kepribadian maupun pembinaan kemandirian. Komunikasi yang terjalin secara rutin melalui layanan kunjungan menjadi salah satu bentuk dukungan yang berdampak positif terhadap kondisi psikologis WBP.

Ia menjelaskan, kehadiran keluarga tidak hanya menjadi pelepas rindu, tetapi juga memberikan harapan bagi warga binaan untuk memperbaiki diri. Dukungan tersebut dinilai mampu meningkatkan semangat mereka dalam mengikuti berbagai kegiatan pembinaan selama berada di dalam lapas.

Lapas Tarakan sendiri tetap membuka layanan kunjungan sesuai ketentuan yang berlaku. Namun, setiap pengunjung diwajibkan melalui tahapan pemeriksaan administrasi dan barang bawaan guna menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan lapas.

"Kunjungan tetap kami buka sesuai aturan yang berlaku. Ada proses pemeriksaan yang harus dilakukan karena keamanan tetap menjadi perhatian, tetapi hubungan warga binaan dengan keluarga juga perlu dijaga," kata Jupri.

Ia menambahkan, keluarga juga menjadi bagian penting dalam proses reintegrasi sosial. Penerimaan dari keluarga akan mempermudah mantan warga binaan beradaptasi kembali di lingkungan masyarakat serta mengurangi risiko mengulangi tindak pidana.

"Dari komunikasi dengan keluarga juga terlihat bagaimana dukungan yang mereka dapatkan selama menjalani pembinaan. Hal seperti ini membantu warga binaan menjalani proses perubahan," ungkapnya.

Jupri berharap masyarakat turut memberikan kesempatan kepada mantan warga binaan untuk kembali menjalani kehidupan secara normal. Menurutnya, keberhasilan pemasyarakatan merupakan tanggung jawab bersama antara lapas, keluarga, dan masyarakat. (zar/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#tarakan #lapas #WBP