0 Kaltara Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Siklon Hyacinth Dipantau BMKG, Nelayan Kaltara Diminta Tetap Waspada

Eliazar Simon • Selasa, 14 Juli 2026 | 20:38 WIB
WASPADA : Nelayan dan pelaku pelayaran, diminta tetap waspada terhadap kemungkinan perubahan cuaca terhadap kemunculan Siklon Tropis Hyacinth di wilayah timur Filipina. ELIAZAR/RADAR TARAKAN 
WASPADA : Nelayan dan pelaku pelayaran, diminta tetap waspada terhadap kemungkinan perubahan cuaca terhadap kemunculan Siklon Tropis Hyacinth di wilayah timur Filipina. ELIAZAR/RADAR TARAKAN 

TARAKAN – Meski kondisi cuaca di Kalimantan Utara (Kaltara) telah kembali normal, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Juwata Tarakan langsung mengalihkan pemantauan terhadap kemunculan Siklon Tropis Hyacinth di wilayah timur Filipina. Masyarakat, khususnya nelayan dan pelaku pelayaran, diminta tetap waspada terhadap kemungkinan perubahan cuaca.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Juwata Tarakan, Reza Saputra mengatakan, siklon yang baru terdeteksi tersebut masih dipantau untuk mengetahui perkembangan kekuatan dan arah pergerakannya. "Yang terbaru saat ini adalah Siklon Tropis Hyacinth. Namun kami masih memantau apakah sistem ini akan menguat atau tidak," katanya.

Menurut Reza, sebelumnya Kaltara sempat dipengaruhi Siklon Tropis Bavi yang menyebabkan peningkatan kecepatan angin hingga 20 knot di wilayah perairan. Setelah bergerak menuju Taiwan, siklon tersebut melemah dan akhirnya punah di daratan China.

Hingga saat ini, BMKG memastikan Siklon Hyacinth belum memberikan dampak terhadap kondisi cuaca di Kaltara. Dalam prakiraan 24 jam ke depan, kecepatan angin masih berada pada kondisi normal dengan tinggi gelombang di bawah 1,25 meter.

Meski demikian, BMKG menegaskan dinamika atmosfer dapat berubah dalam waktu singkat. Karena itu, nelayan, operator kapal, dan masyarakat pesisir diminta rutin memperbarui informasi cuaca sebelum beraktivitas di laut.

"Walaupun peringatan dini sudah berakhir, tetap pantau informasi cuaca dan kondisi di lokasi. Perubahan cuaca bisa terjadi sewaktu-waktu, sehingga pembaruan informasi dari BMKG perlu terus diperhatikan," pungkas Reza. (zar/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#tarakan #kaltara #cuaca #nelayan #bmkg