0 Kaltara Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

BMKG Tarakan Langsung Cabut Peringatan Angin Kencang, Cuaca di Kaltara Kembali Normal

Eliazar Simon • Selasa, 14 Juli 2026 | 20:36 WIB
NORMAL : BMKG Tarakan memastikan kondisi cuaca di Kaltara kembali normal setelah fenomena angin kencang yang melanda sejumlah wilayah pada 9–11 Juli lalu. ELIAZAR/RADAR TARAKAN 
NORMAL : BMKG Tarakan memastikan kondisi cuaca di Kaltara kembali normal setelah fenomena angin kencang yang melanda sejumlah wilayah pada 9–11 Juli lalu. ELIAZAR/RADAR TARAKAN 

TARAKAN – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Juwata Tarakan memastikan kondisi cuaca di Kalimantan Utara (Kaltara) kembali normal setelah fenomena angin kencang yang melanda sejumlah wilayah pada 9–11 Juli dinyatakan berakhir. Seiring membaiknya kondisi atmosfer, BMKG langsung mencabut peringatan dini yang sebelumnya diterbitkan.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Juwata Tarakan, Reza Saputra mengatakan, hasil pemantauan terbaru menunjukkan kecepatan angin maupun tinggi gelombang di wilayah perairan Kalimantan Utara telah turun ke kategori normal.

"Untuk fenomena angin kencang memang benar terjadi. Namun peringatan dini yang kami keluarkan berlaku pada 9 sampai 11 Juli dan saat ini sudah berakhir," ujarnya. 

Menurut Reza, selama fenomena berlangsung kecepatan angin di daratan mencapai sekitar 15 knot, sedangkan di wilayah perairan mencapai 20 knot. Kecepatan tertinggi tercatat di perairan Tanjung Selor.

Ia menjelaskan, kondisi tersebut dipicu pengaruh Siklon Tropis Bavi yang saat itu berkembang di timur Filipina. Siklon tersebut membentuk pola angin yang menarik massa udara menuju pusat siklon sehingga meningkatkan kecepatan angin di Kaltara. 

Selain memicu angin kencang, fenomena itu juga mendorong pertumbuhan awan Cumulonimbus yang berpotensi menimbulkan hujan lebat disertai petir.

Kini, berdasarkan prakiraan BMKG, tinggi gelombang di seluruh perairan Kalimantan Utara berada di bawah 1,25 meter atau masuk kategori rendah. Kondisi tersebut dinilai lebih aman bagi aktivitas pelayaran maupun nelayan.

Meski peringatan dini telah dicabut, BMKG tetap mengimbau masyarakat agar tidak mengabaikan informasi cuaca. Perubahan kondisi atmosfer masih dapat terjadi sewaktu-waktu sehingga pembaruan prakiraan cuaca perlu terus dipantau sebelum melakukan aktivitas di laut maupun di luar ruangan. (zar/jnr)

Editor : Januriansyah RT
tarakan kaltara cuaca bmkg