0 Kaltara Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Tak Hanya Menyalurkan Rupiah di Kaltim-Kaltara, Petugas Kas Keliling Juga Edukasi Masyarakat

Zakaria RT • Selasa, 14 Juli 2026 | 20:29 WIB
PENYEMATAN ROMPI: Petugas kas keliling BI menerima penyematan rompi sebelum diberangkatkan dalam Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
PENYEMATAN ROMPI: Petugas kas keliling BI menerima penyematan rompi sebelum diberangkatkan dalam Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

TARAKAN – Bank Indonesia (BI) kembali mengerahkan tim kas keliling untuk menjangkau masyarakat di wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T) melalui Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026. Dalam pelayaran tahun ini, BI menyiapkan uang rupiah layak edar senilai Rp 6 miliar untuk memenuhi kebutuhan penukaran uang lusuh sekaligus penyediaan uang pecahan kecil di sejumlah wilayah kepulauan.

Kepala Koordinator Wilayah BI Kalimantan, Haris Munandar mengatakan, penyematan rompi menjadi bagian dari pelepasan petugas yang akan bertugas selama ekspedisi. Menurutnya, para petugas tidak hanya membawa uang rupiah layak edar, tetapi juga memiliki tanggung jawab memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menggunakan, merawat, dan mengenali keaslian rupiah.

"Program ini sudah berjalan sejak tahun 2012 dan hingga saat ini telah melaksanakan sekitar 150 kali perjalanan ekspedisi. Kami ingin layanan penukaran uang lusuh maupun penyediaan uang pecahan kecil di daerah terdepan, terpencil, dan terluar menjadi layanan yang rutin dan mudah diakses masyarakat," ujarnya, Selasa (14/7).

Haris menjelaskan, BI membawa uang rupiah layak edar senilai Rp6 miliar dalam berbagai pecahan pada ekspedisi tahun ini. Nominal tersebut disiapkan untuk memenuhi kebutuhan penukaran uang lusuh sekaligus penyediaan uang pecahan kecil bagi masyarakat di wilayah kepulauan.

Selain memberikan layanan penukaran uang, petugas juga akan mengedukasi masyarakat mengenai ciri-ciri keaslian rupiah melalui metode 3D, yakni dilihat, diraba, dan diterawang. Menurut Haris, hasil survei BI menunjukkan sekitar 80 persen uang yang beredar di sejumlah wilayah 3T sudah mulai lusuh sehingga perlu segera diganti dengan uang layak edar.

"Kondisi itu menjadi salah satu alasan BI terus memperluas jangkauan ERB. Selain menyediakan uang layak edar, kami juga ingin meningkatkan pemahaman masyarakat agar mampu mengenali keaslian rupiah dengan benar," katanya.

Selama pelayaran, tim kas keliling akan mengunjungi Pulau Sebatik, Pulau Bunyu, Pulau Maratua, Teluk Sulaiman dan Pulau Derawan menggunakan KRI Ajak-653 milik TNI Angkatan Laut. Haris berharap seluruh uang yang dibawa dapat tersalurkan kepada masyarakat sehingga kualitas uang yang beredar semakin baik dan akses terhadap uang rupiah layak edar semakin merata.

"Literasi mengenai rupiah menjadi bagian penting dari kegiatan ini agar masyarakat semakin memahami ciri-ciri keaslian uang rupiah dan mampu mengenali uang yang beredar," pungkasnya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
tarakan rupiah kaltara Ekspedisi Rupiah Berdaulat Bank Indoensia