0 Kaltara Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Misi BI Hadirkan Rupiah Layak Edar hingga Pulau Terluar Diapresiasi Pemprov Kaltara

Zakaria RT • Selasa, 14 Juli 2026 | 20:11 WIB
PENYEMATAN ROMPI: Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan (Asisten II) Setdaprov Kaltara, H. Safi
PENYEMATAN ROMPI: Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan (Asisten II) Setdaprov Kaltara, H. Safi'i,menyematkan rompi kepada perwakilan petugas Ekspedisi Rupiah Berdaulat sebelum diberangkatkan menuju wilayah 3T. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

TARAKAN - Penyematan rompi kepada petugas Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 menjadi simbol dimulainya misi membawa uang rupiah layak edar ke wilayah terdepan, terluar dan terpencil (3T). Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) menilai kehadiran negara tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan dan pengamanan wilayah perbatasan, tetapi juga dengan memastikan masyarakat memperoleh layanan penukaran uang rupiah yang layak.

Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan (Asisten II) Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Kaltara, H. Safi'i, S.T., M.A.P., mengatakan, Pemprov Kaltara memberikan apresiasi atas sinergi BI dan TNI Angkatan Laut yang kembali menyelenggarakan Ekspedisi Rupiah Berdaulat pada tahun ini.

"Atas nama pribadi dan Pemprov Kaltara, saya menyampaikan apresiasi dan menyambut baik terselenggaranya kegiatan yang sangat strategis ini. Ekspedisi Rupiah Berdaulat bukan sekadar agenda distribusi uang rupiah layak edar, tetapi juga merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam menjangkau masyarakat hingga wilayah terdepan, terluar, dan terpencil," ujarnya, Selasa (14/7).

Menurut Safi'i, kegiatan tersebut mencerminkan semangat gotong royong antarlembaga dalam menjaga kedaulatan negara, memperkuat persatuan nasional, sekaligus memberikan pelayanan kepada masyarakat yang tinggal di kawasan kepulauan.

Ia mengatakan, rupiah bukan hanya alat pembayaran yang sah, tetapi juga simbol identitas nasional dan kedaulatan bangsa. Oleh karena itu, menjaga keberadaan rupiah hingga ke wilayah perbatasan merupakan bagian dari menjaga martabat Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Kehadiran rupiah menjadi bagian dari sejarah perjuangan bangsa dalam mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan negara. Oleh sebab itu, menjaga eksistensi rupiah berarti menjaga martabat bangsa, memperkuat persatuan, serta menumbuhkan rasa bangga dan cinta tanah air," katanya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
rupiah kaltara bi