0 Kaltara Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Laboratorium Baru BKHIT Tarakan Disiapkan Perkuat Ekspor, Pengujian Karantina Bakal Lebih Cepat

Eliazar Simon • Senin, 13 Juli 2026 | 21:06 WIB
Kepala BKHIT Kaltara, Ichi Langlang Buana Machmud. ELIAZAR/RADAR TARAKAN 
Kepala BKHIT Kaltara, Ichi Langlang Buana Machmud. ELIAZAR/RADAR TARAKAN 

TARAKAN – Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Kalimantan Utara (Kaltara) menyiapkan pembangunan laboratorium baru berstandar internasional di Tarakan guna memperkuat pelayanan karantina sekaligus mendukung kelancaran aktivitas ekspor dari Kalimantan Utara.

Fasilitas tersebut akan menggantikan laboratorium yang saat ini digunakan karena masa pinjam pakai lahannya akan berakhir. Pembangunan laboratorium baru diharapkan mampu memperluas ruang lingkup pengujian sehingga berbagai komoditas ekspor dapat memperoleh hasil pemeriksaan yang lebih cepat dan diakui secara internasional.

Kepala BKHIT Kaltara, Ichi Langlang Buana Machmud mengatakan, laboratorium yang ada sebenarnya sudah memenuhi standar melalui akreditasi ISO 17020 dan ISO 17025. Namun, peningkatan fasilitas menjadi kebutuhan agar pelayanan semakin optimal.

"Deteksi sebenarnya sudah bisa dilakukan. Namun nanti dengan laboratorium baru, ruang lingkup akreditasinya akan kami perluas, terutama untuk hama dan penyakit karantina," katanya.

Saat ini BKHIT memprioritaskan pembangunan di atas lahan pinjam pakai kawasan bandara. Skema tersebut dinilai lebih efisien karena anggaran dapat difokuskan untuk membangun gedung laboratorium beserta seluruh fasilitas pendukungnya.

"Pilihan yang paling memungkinkan menggunakan pinjam pakai lahan di kawasan bandara. Jadi anggarannya nanti bisa lebih fokus ke pembangunan fisiknya," ujarnya.

Koordinasi dengan pengelola bandara disebut telah berjalan baik. Beberapa alternatif lokasi sudah disiapkan dan kini tinggal menunggu penetapan luas lahan sebelum masuk tahap perencanaan pembangunan.

Laboratorium baru akan dilengkapi ruang pengujian modern, instalasi karantina hewan, ikan dan tumbuhan, sistem pengelolaan limbah biohazard, hingga fasilitas pemusnahan sampel menggunakan insinerator sesuai standar internasional.

Menurut Ichi, keberadaan laboratorium menjadi bagian penting dalam mendukung perdagangan internasional. Setiap sertifikasi maupun tindakan karantina harus didukung hasil pengujian laboratorium yang sah dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

"Ketika kami melakukan penanganan atau penindakan, harus ada justifikasi ilmiahnya melalui hasil uji laboratorium. Karena itu laboratorium harus berstandar internasional agar hasilnya juga diakui," tegasnya.

Selama proses pembangunan, pelayanan karantina dipastikan tetap berjalan karena BKHIT akan mengupayakan perpanjangan masa pinjam pakai laboratorium yang ada hingga gedung baru selesai.

Setelah pembangunan rampung, laboratorium juga tidak bisa langsung dioperasikan. Seluruh sistem manajemen mutu, sumber daya manusia, hingga peralatan harus kembali menjalani asesmen dan memperoleh akreditasi ISO 17020 serta ISO 17025 dari Komite Akreditasi Nasional (KAN).

"Memindahkan laboratorium tidak sesederhana memindahkan bangunan. Ada sistem manajemen mutu, prosedur kerja, SDM, hingga asesmen ISO yang harus dipenuhi kembali. Setelah sertifikasinya terbit, baru laboratorium bisa difungsikan," pungkas Ichi. (zar/jnr)

Editor : Januriansyah RT
tarakan kaltara ekspor karantina