0 Kaltara Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Jadi Penggerak Swasembada Pangan, Pengurus Tani Merdeka Kaltara Wajib Turun Dampingi Petani

Eliazar Simon • Minggu, 12 Juli 2026 | 20:49 WIB
PENGGERAK : Tani Merdeka dihadapi menjadi ujung tombak percepatan swasembada pangan khususnya di Kaltara. 
PENGGERAK : Tani Merdeka dihadapi menjadi ujung tombak percepatan swasembada pangan khususnya di Kaltara. 

TARAKAN – Kepengurusan baru Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tani Merdeka Indonesia (TMI) di empat kabupaten di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) diharapkan menjadi ujung tombak percepatan swasembada pangan nasional. Organisasi tersebut diminta tidak hanya menjalankan roda organisasi, tetapi aktif mengawal program pemerintah, mendampingi petani hingga ke tingkat desa, sekaligus memastikan berbagai bantuan pertanian benar-benar tepat sasaran.

Penegasan itu disampaikan Ketua Umum DPP Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, usai pelantikan pengurus DPD TMI. Menurutnya, keberadaan organisasi petani harus mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produktivitas pertanian di daerah, terutama di wilayah perbatasan seperti Kalimantan Utara yang memiliki potensi besar namun masih menghadapi berbagai tantangan.

Don mengatakan, Kaltara memiliki sumber daya alam yang sangat mendukung pengembangan sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan. Namun, kondisi geografis yang luas, akses antarwilayah yang masih terbatas, hingga sebaran petani yang berada di daerah terpencil membuat pendampingan menjadi pekerjaan besar yang harus dilakukan secara berkelanjutan.

Karena itu, seluruh pengurus mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan hingga desa diminta aktif turun ke lapangan untuk mengetahui secara langsung kebutuhan petani.

Pendampingan tersebut meliputi penyusunan pola tanam, peningkatan produktivitas, akses terhadap teknologi, hingga membantu pemasaran hasil pertanian.

"Di saat Anda tidak bergerak, di saat Anda setelah dilantik hanya duduk bersantai di kantor tanpa berbuat apa-apa, niscaya swasembada pangan yang kita harapkan di Kalimantan Utara ini tidak bisa terwujud," tegas Don.

Ia menilai keberhasilan organisasi bukan diukur dari banyaknya kegiatan seremonial, melainkan dari sejauh mana organisasi mampu menyelesaikan persoalan yang dihadapi petani di lapangan.

Selain itu, Don meminta setiap pengurus memetakan komoditas unggulan yang layak dikembangkan sesuai karakteristik wilayah masing-masing. Beberapa komoditas yang dinilai memiliki prospek besar di Kaltara antara lain tebu, kopi, kelapa dalam, kakao, hingga kacang mente.

Menurutnya, setiap daerah memiliki potensi berbeda sehingga strategi pengembangannya juga tidak dapat disamaratakan. Dengan pemetaan yang tepat, pengembangan komoditas unggulan akan lebih efektif sekaligus meningkatkan nilai tambah ekonomi masyarakat.

Tak hanya mendampingi petani, Tani Merdeka Indonesia juga mendapat mandat untuk mengawal berbagai program strategis pemerintah di bidang pertanian. Organisasi tersebut diharapkan menjadi mitra pemerintah dalam memastikan penyaluran bantuan benih, pupuk, alat mesin pertanian (alsintan), hingga program pemberdayaan petani benar-benar diterima masyarakat yang berhak.

Pengawasan distribusi bantuan dinilai penting untuk mencegah penyimpangan sekaligus memastikan seluruh program pemerintah berjalan sesuai tujuan meningkatkan kesejahteraan petani.

Don optimistis apabila seluruh jajaran organisasi bekerja secara aktif, target swasembada pangan yang menjadi program prioritas pemerintah dapat diwujudkan. Terlebih Kalimantan Utara dinilai memiliki peluang menjadi salah satu lumbung pangan baru di kawasan perbatasan Indonesia.

"Kalau organisasi bergerak, petani didampingi, bantuan dikawal, dan pemerintah bersinergi, saya yakin sektor pertanian Kalimantan Utara akan berkembang jauh lebih cepat," pungkasnya. (zar/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#tarakan #kaltara #swasembada pangan