TARAKAN - Naiknya status dugaan doxing yang Direktur PDAM Tirta Alam Tarakan Iwan Setiawan menuai perhatian besar masyarakat. Pasalnya kasus tersebut menjadi pelajaran bersama terkait pentingnya masyarakat berhati-hati dalam menggunakan media sosial khususnya pada data pribadi. Kendati demikian, sebelumnya Iwan Setiawan menyebut kasus tersebut merupakan upaya pengalihan isu oknum tertentu dan menganggapnya bentuk serangan politik kepada dirinya.
Menjawab tudingan ini, Lembaga Bantuan Hukum Harapan Keadilan (LBH Hantam) Kaltara, Alif Putra Pratama membantah keras tudingan tersebut. Dalam hal ini LBH Hantam sebagai lembaga bantuan hukum hanya bekerja secara profesional dalam membantu masyarakat memperoleh hak hukumnya. Sehingga kata dia, kasus dugaan doxing tersebut tidak memiliki hubungan dengan kasus lainnya.
"Itu sangat tidak benar, kami ingin sampaikan pertama kami menerima laporan dari adik-adik mahasiswa yang merasa dirugikan atas laporan pribadi. Kemudian kami menindaklanjuti laporan tersebut dengan melaporkan Iwan Setiawan atas perbuatannya menyebarkan data pribadi," ujarnya, Senin (6/7).
"Tidak ada hubungannya dengan pribadi, kami bekerja murni menanggani laporan hukum masyarakat. Kedua, menyoal tudingan pengalihan isu pada kasus lain yang dimaksud itu juga sudah banyak diberitakan dan saya tidak pernah ada upaya menutup-nutupi. Saya kira juga prosesnya sudah selesai, apa yang perlu saya tutupi lagi," sambungnya.
Diungkapkannya, justru upaya menuding pengalihan isu tersebut justru bentuk upaya pengalihan isu sebenarnya yang menyerang dirinya secara personal. Menurut Alif, tidak semestinya seorang pejabat bergelar magister hukum mengalihkan isu hukum ke ranah pribadi. Sehingga Alif mempertanyakan kompetensi bersangkutan yang tercitra sebagai magister ilmu hukum.
"Ketiga saya kira dia (Iwan Setiawan) saat ini panik sehingga dia mencoba segala cara agar perhatian pada kasusnya teralihkan. Saya kira kita fokus saja pada kasusnya, dan upaya itu sudah menjurus pada bentuk serangan personal kepada saya. Kalau dia tidak salah, kenapa dia mencoba mengalihkan fokus pada dugaan doxing," tukasnya. (zac/jnr)
Editor : Januriansyah RT