0 Kaltara Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Kesiapsiagaan Hadapi Bencana di Tarakan, Perluas Pelaksanaan Simulasi Gempa di Sekolah

Zakaria RT • Sabtu, 4 Juli 2026 | 16:01 WIB
Kepala BPBD Tarakan, Yonsep. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
Kepala BPBD Tarakan, Yonsep. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

TARAKAN – Meningkatnya aktivitas kegempaan yang beberapa kali dirasakan masyarakat menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana. Untuk memperkuat budaya siaga sejak usia dini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tarakan terus memperluas sosialisasi dan simulasi mitigasi gempa bumi dengan menyasar sekolah-sekolah dasar hingga menengah pertama.

Kepala BPBD Tarakan, Yonsep mengatakan, sekolah menjadi prioritas karena merupakan lokasi berkumpulnya banyak orang dalam satu waktu sehingga perlu memiliki prosedur penyelamatan diri yang dipahami seluruh warga sekolah.

"Sasaran mitigasi kebencanaan gempa kita beralih ke sekolah-sekolah, tingkat SD dan SMP sesuai dengan regulasi yang ada," ujarnya, Sabtu (4/7).

Yonsep menjelaskan, simulasi yang diberikan dibuat semirip mungkin dengan kondisi sebenarnya agar peserta didik memahami langkah yang harus dilakukan ketika gempa terjadi. Dalam pelaksanaannya, siswa diajarkan berlindung di bawah meja maupun di dekat struktur bangunan yang kuat untuk melindungi kepala sebelum proses evakuasi dilakukan.

Menurutnya, hingga Juni 2026 BPBD telah melaksanakan simulasi di empat sekolah dari target sekitar 21 sekolah yang masuk dalam rencana kerja tahun ini. Tidak hanya sekolah, sejumlah instansi, termasuk sektor perbankan, juga mulai mengajukan permohonan pelatihan serupa sebagai bagian dari peningkatan kesiapsiagaan bencana.

Yonsep berharap pengetahuan yang diperoleh para siswa tidak berhenti di lingkungan sekolah, tetapi juga dapat diterapkan dan disampaikan kepada anggota keluarga di rumah sehingga kepanikan dapat diminimalkan apabila sewaktu-waktu terjadi gempa bumi.

"Ini juga mengurangi kepanikan yang ada dalam keluarga kalau terjadi bencana gempa itu sendiri," katanya.

Ia mengingatkan, Tarakan memiliki potensi ancaman dari Sesar Tarakan yang tergolong aktif dan dangkal berdasarkan kajian BMKG dan BPBD. Karena itu, masyarakat diminta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, terutama yang beredar melalui media sosial.

Yonsep mencontohkan kepanikan masyarakat saat muncul isu tsunami setelah gempa di Filipina beberapa waktu lalu. Menurutnya, kepanikan tersebut dipicu beredarnya informasi yang tidak utuh sehingga memunculkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

"Jangan melakukan informasi seperti yang terjadi kemarin, dibuat berita itu supaya heboh," tegasnya.

Sebagai bagian dari kesiapsiagaan, BPBD Tarakan juga telah menetapkan sejumlah titik evakuasi di setiap wilayah. Untuk Tarakan Timur diarahkan menuju kawasan Universitas Borneo Tarakan (UBT), sedangkan sebagian wilayah timur lainnya menuju Jalan Angin-angin Mamburungan.

Warga Tarakan Utara dapat mengungsi ke kawasan Bukit Tengkorak, sementara Tarakan Barat diarahkan menuju Gunung Selatan dan Perumnas. Adapun masyarakat Tarakan Tengah, khususnya di kawasan pesisir seperti Selumit dan Gunung Lingkas, diarahkan menuju Bukit Cinta dan Gunung Belah.

"Fokus utama kita saat ini adalah bagaimana gempa itu kita ketahui dulu," pungkasnya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#simulasi gempa bumi #bpbd #mitigasi bencana #Taraka