0 Kaltara Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Mulai 2027 Bahasa Inggris Wajib di SD, Disdik Tarakan Gencarkan Bimtek Guru

Zakaria RT • Sabtu, 4 Juli 2026 | 15:56 WIB
Kepala Disdik Tarakan, Tamrin Toha. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
Kepala Disdik Tarakan, Tamrin Toha. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

TARAKAN – Penerapan mata pelajaran Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib di jenjang Sekolah Dasar (SD) mulai tahun ajaran 027/2028 mulai diantisipasi Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tarakan. Menghadapi kebijakan pemerintah pusat tersebut, Disdik Tarakan mempercepat persiapan dengan meningkatkan kompetensi guru melalui bimbingan teknis (bimtek) agar implementasi kebijakan dapat berjalan optimal.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tarakan, Tamrin Toha mengatakan, kesiapan tenaga pendidik menjadi faktor utama dalam menyukseskan kebijakan tersebut. Karena itu, Disdik Tarakan tidak menunggu hingga aturan diberlakukan dan telah memulai pelatihan bagi guru-guru SD.

"Kalau kita mau mengarah ke situ kan ya memang pasti pertama yang harus dilakukan menyiapkan gurunya. Mudah-mudahan nanti kalau kebijakan ini sudah diterapkan, ada kebijakan dari pemerintah pusat tentunya membuka formasi guru bahasa," ujarnya, Sabtu (4/7).

Tamrin menjelaskan, sesuai rencana pemerintah pusat, Bahasa Inggris akan menjadi mata pelajaran wajib mulai kelas IV SD. Sembari menunggu adanya formasi guru Bahasa Inggris dari pemerintah, Disdik Tarakan memilih memperkuat kompetensi guru yang telah bertugas melalui program bimtek. "Sekarang sudah mulai di-bimtek guru-guru untuk bahasa Inggris," katanya.

Melalui pelatihan tersebut, para guru dipersiapkan agar memiliki kemampuan dasar mengajar Bahasa Inggris sehingga mampu mendukung pelaksanaan kurikulum baru ketika mulai diterapkan pada tahun ajaran 2027/2028.

Selain memperkuat kapasitas guru yang ada, Disdik Tarakan juga menyiapkan langkah jangka panjang dengan menjalin kerja sama bersama Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Borneo Tarakan (UBT), khususnya Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan tenaga pendidik Bahasa Inggris di sekolah dasar.

Tamrin menambahkan, peningkatan kemampuan Bahasa Inggris guru juga bertujuan membuka peluang yang lebih luas bagi tenaga pendidik di Tarakan untuk mengikuti program pengembangan kompetensi hingga tingkat internasional.

"Kami sadari bahwa ketika misalnya ada peluang-peluang pertukaran guru ke luar negeri, kan standarnya itu IELTS-nya harus 600-an. Nah, kalau guru-guru kita tidak bisa mencapai level itu, ya maka enggak bisa bersaing. Mendaftar pun tidak bisa," pungkasnya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#bahasa inggris #tarakan #pendidikan #disdik #sd