0 Kaltara Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Seleksi Sekolah Nasional Terintegrasi di Tarakan Gunakan Tes Jika Pendaftar Melebihi Kuota

Zakaria RT • Jumat, 3 Juli 2026 | 16:19 WIB
BELAJAR : Aktivitas belajar-mengajar di salah satu sekolah di Kota Tarakan. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
BELAJAR : Aktivitas belajar-mengajar di salah satu sekolah di Kota Tarakan. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

TARAKAN – Dinas Pendidikan (Disdik) Tarakan memastikan penerimaan peserta didik Sekolah Nasional Terintegrasi tidak dilakukan bersamaan dengan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) reguler. Seleksi baru akan dibuka setelah seluruh tahapan SPMB jenjang SMP selesai agar proses penerimaan di sekolah reguler tidak terganggu.

Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Pendidikan Dasar (Dikdas) Disdik Tarakan, Edhy Pujianto mengatakan, peserta yang dapat mengikuti seleksi merupakan siswa yang telah dinyatakan diterima di SMP melalui jalur SPMB. Setelah itu, siswa berprestasi diberi kesempatan mengikuti seleksi untuk menjadi bagian dari Sekolah Nasional Terintegrasi.

"Nanti setelah SPMB reguler selesai, baru kami buka seleksi. Sasarannya anak-anak berprestasi yang sudah diterima di sekolah masing-masing. Mereka nanti bisa mengikuti seleksi lagi untuk masuk ke Sekolah Nasional Terintegrasi," katanya, Jumat (3/7).

Edhy menjelaskan, tes seleksi akan diberlakukan apabila jumlah pendaftar melampaui daya tampung yang tersedia. Langkah tersebut dilakukan agar proses penerimaan berlangsung objektif dan menghasilkan peserta didik yang benar-benar memiliki kemampuan terbaik.

"Kalau peminatnya lebih banyak daripada kuota, tentu akan dilakukan tes lagi sehingga benar-benar diperoleh siswa yang terbaik. Program ini memang dipersiapkan untuk mencetak anak-anak berprestasi yang nantinya bisa melanjutkan pendidikan ke universitas-universitas unggulan," ujarnya.

Menurutnya, program Sekolah Nasional Terintegrasi dirancang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui sistem pembelajaran yang lebih terarah. Lulusan sekolah tersebut diharapkan memiliki daya saing tinggi dan mampu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi unggulan di Indonesia.

Meski menjadi sekolah dengan program khusus, konsep pembelajaran tetap menggunakan sistem reguler. Peserta didik tidak diwajibkan tinggal di asrama, tetapi pemerintah akan menyiapkan fasilitas penunjang seperti layanan antar-jemput dan sarana belajar yang memadai.

"Anak-anak tidak tinggal di asrama, tetap pulang ke rumah masing-masing. Tetapi nanti akan ada fasilitas antar-jemput. Selain itu fasilitas pembelajaran juga akan dilengkapi sesuai kebutuhan program," jelasnya.

Edhy menambahkan, Sekolah Nasional Terintegrasi merupakan salah satu program prioritas pemerintah pusat di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Tarakan menjadi satu dari 15 daerah pertama di Indonesia yang dipercaya melaksanakan program tersebut.

"Kita bersyukur Tarakan menjadi salah satu dari 15 daerah pertama di Indonesia yang dipercaya menjalankan program ini. Artinya daerah kita dinilai siap untuk melaksanakan Sekolah Nasional Terintegrasi," katanya.

Ia berharap pelaksanaan SPMB hingga persiapan Sekolah Nasional Terintegrasi dapat berjalan lancar sehingga program tersebut segera memberikan manfaat bagi peningkatan mutu pendidikan di Kota Tarakan.

"Mudah-mudahan seluruh tahapan SPMB berjalan lancar dan program Sekolah Nasional Terintegrasi dapat segera dimulai sesuai jadwal," tutupnya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#sekolah nasional terintegrasi #snt #tarakan #pendidikan