TARAKAN – Dinas Pendidikan (Disdik) Tarakan memastikan seluruh persoalan yang muncul selama pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 akan ditangani secepat mungkin. Untuk itu, Disdik membuka pos pengaduan yang dapat dimanfaatkan masyarakat apabila mengalami kendala dalam proses pendaftaran.
Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) Disdik Tarakan, Edhy Pujianto mengatakan, pos pengaduan sengaja dibentuk agar setiap persoalan dapat segera ditindaklanjuti tanpa harus menunggu seluruh tahapan SPMB selesai. Dengan mekanisme tersebut, masyarakat yang merasa belum terakomodasi atau menemukan kendala administrasi dapat langsung menyampaikan laporan kepada petugas.
"Kami menyediakan pos pengaduan. Jadi ketika masyarakat merasa ada persoalan atau merasa belum terakomodasi, mereka bisa langsung menyampaikan ke sana. Setiap laporan akan kami tindak lanjuti. Kalau memang bisa diselesaikan saat itu juga, langsung kami selesaikan," ujarnya, Kamis (2/7).
Edhy menjelaskan, tidak seluruh persoalan dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Namun, apabila ditemukan kasus yang memerlukan pembahasan lebih lanjut, Disdik akan tetap memprosesnya hingga diperoleh solusi terbaik sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Menurutnya, pemerintah daerah berkomitmen memastikan setiap anak usia sekolah tetap memperoleh hak atas pendidikan. Karena itu, setiap laporan masyarakat akan menjadi bahan evaluasi sekaligus dasar untuk menentukan langkah penyelesaian agar tidak ada peserta didik yang kehilangan kesempatan bersekolah.
Ia menegaskan, pemerintah telah menyiapkan sejumlah alternatif bagi peserta didik yang mengalami kendala mengikuti jalur penerimaan reguler. Salah satunya melalui jalur afirmasi yang diperuntukkan bagi keluarga kurang mampu.
Selain itu, bagi anak yang memenuhi persyaratan untuk mengikuti pendidikan berasrama, pemerintah juga menyiapkan opsi melalui Sekolah Rakyat.
"Berbagai alternatif telah disiapkan pemerintah, mulai dari jalur afirmasi bagi keluarga kurang mampu hingga mengarahkan peserta didik ke Sekolah Rakyat apabila memenuhi persyaratan. Yang paling penting bagi kami adalah jangan sampai ada anak-anak yang tidak mendapatkan bangku sekolah," tegasnya.
Edhy menambahkan, persoalan ekonomi tidak boleh menjadi penghalang bagi anak untuk melanjutkan pendidikan. Oleh sebab itu, masyarakat diminta memanfaatkan seluruh jalur yang telah disediakan pemerintah sesuai dengan kondisi masing-masing.
"Kalau memang ada kendala ekonomi, ada jalur afirmasi yang bisa dimanfaatkan. Kalau memang lebih sesuai mengikuti pendidikan berasrama, nanti bisa diarahkan ke Sekolah Rakyat. Prinsipnya semua anak harus tetap mendapatkan akses pendidikan," pungkasnya. (zac/jnr)
Editor : Januriansyah RT