TARAKAN - Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 di Kota Tarakan mulai menunjukkan hasil yang menggembirakan. Di tengah berbagai perhatian masyarakat terhadap proses penerimaan siswa baru, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tarakan menilai mayoritas orang tua kini semakin memahami mekanisme pendaftaran yang diterapkan pemerintah.
Meski masih ditemukan sebagian kecil masyarakat yang belum memahami petunjuk teknis (juknis), kondisi tersebut dinilai tidak mengganggu jalannya proses penerimaan karena setiap persoalan dapat diselesaikan melalui panitia maupun pos pengaduan yang telah disiapkan.
Saat dikonfirmasi, Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) Disdik Tarakan, Edhy Pujianto mengatakan, sosialisasi mengenai SPMB telah dilakukan sebelum tahapan pendaftaran dibuka. Namun, diakuinya masih ada sebagian masyarakat yang mengaku belum memperoleh informasi secara utuh mengenai mekanisme penerimaan. Menurutnya, jumlah tersebut relatif kecil dibanding masyarakat yang telah memahami aturan pelaksanaan SPMB.
"Ya mungkin masih ada sekitar 20 persen masyarakat yang merasa belum mendapatkan sosialisasi. Tetapi ketika mereka datang ke panitia, semuanya akan dijelaskan. Panitia bekerja berdasarkan juknis, sehingga setiap pertanyaan atau keberatan bisa dikonfirmasi mengacu pada aturan yang berlaku. Yang menjadi tantangan memang ada sebagian masyarakat yang tidak mengetahui isi juknis tersebut," ujarnya, Kamis (2/7).
Ia menegaskan, seluruh panitia SPMB di sekolah telah dibekali pemahaman yang sama mengenai petunjuk teknis sehingga tidak ada keputusan yang diambil di luar ketentuan. Apabila muncul perbedaan persepsi di lapangan, panitia akan memberikan penjelasan sesuai aturan yang telah ditetapkan. Ia menjelaskan, hingga saat ini Disdik belum dapat menyampaikan jumlah total pendaftar pada jenjang SD maupun SMP. Sebab, data peserta didik masih terus bergerak selama tahapan pendaftaran berlangsung dan rekapitulasi baru dilakukan setelah proses selesai.
"Kalau jumlah pendaftar secara keseluruhan belum bisa kami sampaikan sekarang karena harus melihat data di sistem. Rekapitulasi baru bisa dilakukan setelah seluruh proses selesai sehingga angkanya benar-benar valid," katanya.
Meski demikian, secara umum pihaknya melihat respons masyarakat terhadap pelaksanaan SPMB tahun ini cukup baik. Hal itu terlihat dari pola pendaftaran yang dinilai sudah lebih tertata dibanding tahun-tahun sebelumnya. Menurut Edhy, sebagian besar orang tua telah memahami pentingnya memilih sekolah sesuai domisili serta memanfaatkan pilihan sekolah yang tersedia di dalam sistem pendaftaran.
"Hampir semua sekolah terlihat pendaftarnya sudah sesuai dengan domisili. Rata-rata orang tua juga sudah memahami mekanisme pilihan sekolah. Mereka sudah memperhitungkan sejak awal, kalau tidak diterima di pilihan pertama masih ada pilihan berikutnya. Semua itu bisa dipantau secara online sehingga masyarakat juga lebih mudah melihat perkembangan hasil seleksi," jelasnya. (zac/jnr)
Editor : Januriansyah RT