TARAKAN – Aktivitas ekspor komoditas perikanan dari Tarakan menuju pasar luar negeri hingga kini belum kembali berjalan normal. Kendala utama disebut berada pada pemenuhan dokumen mutu yang dipersyaratkan dalam proses ekspor, bukan pada layanan transportasi maupun operasional penerbangan.
Kepala BKHIT Kalimantan Utara (Kaltara) Ichi Langlang Buana Machmud mengatakan, saat ini pihaknya masih menunggu adanya permohonan ekspor dari pelaku usaha. Hingga akhir pekan lalu, belum ada pengajuan baru yang masuk untuk diproses.
“Ekspor sementara ini off sementara karena kami di border menunggu permohonan. Sampai hari Kamis kemarin belum ada permohonan yang masuk lagi,” ujarnya.
Menurut Ichi, persoalan utama yang dihadapi eksportir berkaitan dengan dokumen persyaratan mutu komoditas perikanan yang wajib dipenuhi sebelum barang dapat diberangkatkan ke luar negeri. Ia menegaskan pihaknya di daerah hanya menjalankan ketentuan sesuai regulasi yang berlaku dan tidak memiliki kewenangan mengubah aturan administrasi.
“Kalau dokumen itu belum muncul di aturan kami, tentunya kami tidak bisa langsung menambahkan persyaratan baru. Mudah-mudahan nanti ada penyelesaian di tingkat pusat,” katanya.
Ia menjelaskan, aktivitas ekspor sebelumnya sempat berjalan sebanyak dua kali. Namun, pengiriman kembali terhenti karena masih ada dokumen tambahan yang belum dipenuhi eksportir. “Pernah dua kali berjalan, setelah itu tidak berjalan lagi karena ada pemenuhan dokumen lain terkait persyaratan mutu. Tapi dari sisi karantina tidak ada masalah, dari sisi Bea Cukai juga tidak ada masalah,” ujarnya.
Ichi menyebut, pihaknya akan mengikuti kebijakan pemerintah pusat terkait solusi penyelesaian persoalan tersebut. Menurutnya, sinkronisasi regulasi dan kepastian dokumen menjadi faktor penting agar arus ekspor komoditas perikanan dari Tarakan dapat kembali berjalan normal.
Kondisi tersebut juga berdampak terhadap aktivitas distribusi hasil perikanan yang selama ini menjadi salah satu sektor andalan daerah. Pelaku usaha diharapkan segera memenuhi persyaratan administrasi agar layanan ekspor dapat kembali dimanfaatkan secara optimal. (zar/jnr)
Editor : Januriansyah RT