TARAKAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tarakan mencatat sekitar 24 hektar lahan terbakar sepanjang tahun 2026. Memasuki periode cuaca kering yang diperkirakan berlangsung hingga awal September, potensi kebakaran lahan dinilai masih tinggi dan perlu diantisipasi serius.
Kepala BPBD Tarakan, Yonsep mengatakan, luasan tersebut merupakan akumulasi dari sejumlah kejadian kebakaran lahan yang terjadi di berbagai wilayah, termasuk insiden terbaru di Juata Permai dan Pantai Amal.
“Kalau diakumulasi semuanya dengan kejadian terakhir kemarin itu sekitar 24 hektar yang sudah ditangani oleh BPBD,” katanya.
Dalam dua kejadian terakhir, petugas menangani empat titik kebakaran. Satu titik berada di kawasan Juata Permai dengan luasan sekitar 1 hektar dan berada dekat permukiman warga. Sementara tiga titik lainnya terjadi di RT 14 Pantai Amal dengan total luasan mencapai sekitar 3 hingga 3,5 hektar.
Menurut Yonsep, kondisi cuaca kering membuat lahan di Tarakan menjadi lebih mudah terbakar. Selain itu, karakteristik wilayah tertentu seperti Pantai Amal juga mempercepat penyebaran api. “Kontur tanahnya memang pasir, cepat kering. Amal posisinya terbuka dan anginnya cukup kencang sehingga cukup menyulitkan penanganan kebakaran,” ujarnya.
BPBD mencatat Pantai Amal menjadi wilayah dengan kasus kebakaran lahan terbanyak sepanjang tahun ini. Pada April lalu, kebakaran juga terjadi di kawasan Sungai Kuli dengan luasan mencapai sekitar 13 hektar.
Selain faktor cuaca, aktivitas pembukaan lahan dengan cara dibakar disebut masih menjadi penyebab utama munculnya titik api di musim kemarau.
“Memang kejadiannya itu karena kebiasaan masyarakat di dalam musim kekeringan selalu membakar lahannya untuk membuka kebun, membersihkan kebun. Karena tidak terkendali, merambat ke area sekitarnya,” katanya.
BPBD memperkirakan ancaman kebakaran masih akan berlangsung dalam beberapa bulan mendatang seiring prakiraan cuaca kering hingga awal September. “Kalau berdasarkan prakiraan cuaca, kita sudah memasuki cuaca kering sampai awal September,” ucap Yonsep.
Sebagai langkah pencegahan, BPBD telah menyampaikan imbauan melalui pemerintah kelurahan dan kecamatan agar masyarakat lebih berhati-hati saat membuka lahan. Warga juga diminta menyiapkan alat pemadaman sederhana dan membuat pembatas agar api tidak mudah merambat.
BPBD juga meminta masyarakat segera melaporkan apabila terjadi kebakaran agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat melalui layanan darurat 112. (zar/jnr)
Editor : Januriansyah RT