0 Kaltara Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Ada Siswa di Tarakan Terpaksa Tinggalkan Sekolah Rakyat karena Bekerja, Perlu Ada Perlindungan Hukum Tegas

Zakaria RT • Senin, 29 Juni 2026 | 19:29 WIB
TERUS DIBINA: Potret siswa Sekolah Rakyat saat pengenalan. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
TERUS DIBINA: Potret siswa Sekolah Rakyat saat pengenalan. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

TARAKAN – Pendidikan seharusnya menjadi jalan keluar bagi anak-anak dari keluarga rentan untuk memutus rantai kemiskinan. Namun kenyataan di lapangan menunjukkan masih ada anak yang terpaksa meninggalkan bangku sekolah karena kembali diminta orang tuanya mencari nafkah. Kondisi itu menjadi perhatian serius Sekolah Rakyat 59 Tarakan yang meminta adanya perlindungan hukum lebih tegas terhadap anak usia sekolah.

Kepala Sekolah Rakyat 59 Tarakan, Marisa Aulia mengungkapkan, pihaknya pernah kehilangan beberapa siswa karena kembali bekerja di jalan. Salah satu kasus yang paling membekas adalah dua bersaudara yang sebelumnya berjualan di kawasan perbankan Kota Tarakan.

"Kami ajarkan mereka membaca karena sebelumnya memang belum bisa membaca. Tetapi setelah ibunya menikah lagi, kemudian suaminya ditangkap karena kasus narkoba, ibunya datang meminta anaknya dipulangkan. Alasannya dia tidak bisa hidup tanpa anaknya. Setelah kami beri kesempatan pulang beberapa hari, ternyata anak itu tidak kembali lagi ke sekolah sampai akhirnya mengundurkan diri," ungkapnya, Senin (29/6).

Hasil pendampingan yang dilakukan pihak sekolah menunjukkan anak tersebut kembali diminta berjualan di jalan untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga. Kasus serupa juga dialami siswa lain yang akhirnya berhenti sekolah karena kembali mencari uang.

"Yang membuat kami sedih, ternyata ibunya tidak berusaha mencari pekerjaan. Anaknya yang justru kembali diminta berjualan. Padahal tujuan kami membawa mereka ke Sekolah Rakyat agar mereka keluar dari kondisi seperti itu," katanya.

Menurut Marisa, kondisi tersebut menjadi bukti bahwa perlindungan terhadap anak usia sekolah masih perlu diperkuat. Selama program wajib belajar masih berjalan, anak semestinya tidak lagi dibebani kewajiban bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

"Kami berharap ada perlindungan yang lebih tegas. Kalau pemerintah sudah menetapkan wajib belajar, seharusnya selama masa pendidikan itu anak tidak boleh dipekerjakan, termasuk oleh orang tuanya sendiri. Karena faktanya masih ada orang tua yang menggantungkan penghasilan dari anak," pungkasnya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#tarakan #pendidikan #Sekolah Rakyat