0 Kaltara Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Hari Pertama SPMB SMPN 1 Tarakan Diserbu Pendaftar, Antrean Mengular Sejak Pagi

Zakaria RT • Senin, 29 Juni 2026 | 19:16 WIB
RAMAI : Suasana pelaksanaan SPMB di salah satu sekolah di Tarakan. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
RAMAI : Suasana pelaksanaan SPMB di salah satu sekolah di Tarakan. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

TARAKAN – Hari pertama pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di SMP Negeri 1 Tarakan dipadati ratusan orang tua bersama calon peserta didik, Senin (29/6).

Sejak pagi, antrean panjang terlihat di sejumlah titik pelayanan pendaftaran. Tingginya antusiasme masyarakat menunjukkan sekolah tersebut masih menjadi salah satu tujuan utama bagi lulusan sekolah dasar di Kota Tarakan.

Pada hari pertama, panitia membuka tiga jalur penerimaan sekaligus, yakni jalur prestasi, afirmasi, dan mutasi. Sementara jalur domisili yang menjadi jalur dengan kuota terbesar dijadwalkan dibuka pada 1 Juli mendatang.

Saat dikonfirmasi, Ketua Panitia SPMB SMPN 1 Tarakan, Agung Eko Yulianto mengatakan, lonjakan pendaftar sudah diperkirakan mengingat setiap tahun SMPN 1 selalu menjadi salah satu sekolah dengan jumlah peminat terbanyak.

"Hari pertama SMPN 1 membuka tiga jalur pendaftaran, yaitu prestasi, afirmasi dan mutasi. Melihat antusias orang tua memang cukup ramai di ketiga jalur tersebut. Sejak pagi masyarakat sudah datang membawa berkas untuk mengikuti proses pendaftaran," ujarnya, Senin (29/6).

Tahun ini SMPN 1 Tarakan menerima sebanyak 349 peserta didik baru yang terbagi dalam 11 rombongan belajar. Kuota tersebut dibagi sesuai ketentuan SPMB, yakni jalur prestasi 25 persen, afirmasi 20 persen, mutasi 5 persen dan jalur domisili sebesar 50 persen.

"Untuk prestasi itu 25 persen, mutasi 5 persen, afirmasi 20 persen. Nanti pada hari ketiga baru kita membuka jalur domisili dengan kuota 50 persen," jelasnya.

Meski seluruh proses telah menggunakan sistem berbasis daring, mekanisme pendaftaran di SMPN 1 masih menerapkan sistem semi-online. Orang tua tetap diwajibkan datang ke sekolah membawa dokumen persyaratan agar dapat diverifikasi langsung oleh panitia sebelum diinput ke dalam sistem.

Lanjutnya, untuk menjamin keterbukaan proses seleksi, masyarakat dapat memantau perkembangan peringkat pendaftar secara langsung melalui jurnal harian yang dipublikasikan pada laman resmi SPMB Kota Tarakan.

"Kalau dilihat sistemnya semi-online. Jadi orang tua masih membawa berkas ke sekolah, kemudian diverifikasi panitia dan operator yang menginput data ke sistem. Dengan demikian, setiap perubahan peringkat maupun jumlah pendaftar dapat diketahui secara real time sehingga proses seleksi berlangsung lebih transparan," ungkapnya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#tarakan #pendidikan #spmb