0 Kaltara Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Produk Perikanan Kaltara Terancam Ditolak Jika Tak Penuhi Traceability

Eliazar Simon • Jumat, 26 Juni 2026 | 21:01 WIB
STANDAR: Produk perikanan asal lKaltara berisiko ditolak di pasar internasional apabila tidak memenuhi standar legalitas dan ketelusuran. ISTIMEWA
STANDAR: Produk perikanan asal lKaltara berisiko ditolak di pasar internasional apabila tidak memenuhi standar legalitas dan ketelusuran. ISTIMEWA

TARAKAN – Produk perikanan asal Kalimantan Utara (Kaltara) berisiko ditolak di pasar internasional apabila tidak memenuhi standar legalitas dan ketelusuran (traceability) yang diterapkan negara tujuan ekspor.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltara, Dr. Hj. Hasriyani, S.H., M.M, menyikapi semakin ketatnya regulasi perdagangan komoditas perikanan dunia.

Menurutnya, negara tujuan utama ekspor seperti Uni Eropa, Amerika Serikat dan China kini tidak hanya menilai kualitas produk akhir, tetapi juga menelusuri seluruh rantai produksi mulai dari asal bahan baku, wilayah penangkapan, proses budidaya hingga pengolahan.

“Negara tujuan seperti Uni Eropa, Amerika Serikat, dan China itu meminta yang legal, mulai dari bagaimana budidaya sampai pengolahan dan wilayahnya. Jadi bukan hanya produknya saja yang dilihat, tetapi seluruh prosesnya harus bisa dipertanggungjawabkan dan ditelusuri dengan jelas,” ujarnya.

Hasriyani menjelaskan, konsep traceability menjadi salah satu syarat utama dalam perdagangan perikanan global karena berkaitan langsung dengan keamanan pangan dan legalitas produk.

Ia menegaskan, ketidaksesuaian dalam rantai produksi dapat berdampak serius terhadap keberterimaan produk di pasar ekspor. “Kalau tidak sesuai dari cara penangkapannya, dari cara pengolahannya, dari wilayahnya itu yang harus legal, maka itu bisa berisiko terhadap produk kita di negara tujuan. Jadi semua harus benar-benar dipastikan sesuai,” katanya.

Menurutnya, pengusaha ekspor harus mulai memperkuat sistem administrasi dan dokumentasi produksi agar seluruh tahapan dapat dibuktikan secara jelas kepada otoritas negara tujuan.

“Sebagai pengusaha ekspor, tetap harus mempersiapkan itu supaya lebih profesional, karena ini bukan hanya soal menjual produk, tetapi juga memastikan bahwa semua proses dari hulu sampai hilir itu sesuai dengan standar yang berlaku di negara tujuan,” ujarnya.

Ia menambahkan, kepatuhan terhadap standar internasional kini menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan ekspor daerah di tengah persaingan pasar global yang semakin ketat.

 

Pemerintah daerah juga mendorong pelaku usaha perikanan di Kaltara untuk meningkatkan pemahaman terhadap aspek legalitas, keamanan pangan dan ketelusuran produk agar komoditas daerah mampu bersaing di pasar internasional secara berkelanjutan.

“Pelaku usaha harus memahami ekspor jangan hanya soal produksi saja, tetapi juga soal kepatuhan terhadap standar internasional yang terus berkembang,” pungkasnya. (zar/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#kaltara #perikanan #ekspor