0 Kaltara Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Kepergian Zivian Diharapkan Jadi Perbaikan Layanan Kesehatan Kaltara

Zakaria RT • Jumat, 26 Juni 2026 | 20:47 WIB
HARAPKAN: Ayah almarhum Zivian berharap kepergian putranya menjadi momentum bagi pemerintah untuk membenahi pelayanan kesehatan di Kalimantan Utara, terutama pemenuhan dokter subspesialis dan fasilitas rumah sakit. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
HARAPKAN: Ayah almarhum Zivian berharap kepergian putranya menjadi momentum bagi pemerintah untuk membenahi pelayanan kesehatan di Kalimantan Utara, terutama pemenuhan dokter subspesialis dan fasilitas rumah sakit. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

TARAKAN – Duka mendalam masih menyelimuti keluarga almarhum Zivian. Di tengah kehilangan putra tercinta, sang ayah, Burhan, memilih menyuarakan harapan agar peristiwa yang dialami keluarganya menjadi momentum evaluasi bagi pemerintah dalam membenahi pelayanan kesehatan di Kalimantan Utara (Kaltara).

Menurutnya, keterbatasan dokter subspesialis dan fasilitas rumah sakit masih menjadi persoalan serius yang harus segera diselesaikan agar tidak ada lagi keluarga yang mengalami nasib serupa. Meski telah mengikhlaskan kepergian putranya, Burhan berharap tragedi yang dialami keluarganya menjadi pelajaran bagi pemerintah untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di daerah. Menurutnya, masih banyak pasien yang harus dirujuk ke luar Kaltara karena keterbatasan dokter subspesialis maupun fasilitas medis.

"Masalah ini saya sudah ikhlas, mungkin ini sudah takdir yang di atas. Tapi saya minta tolong mudah-mudahan tidak ada lagi yang mengalami seperti saya. Yang saya harapkan ke depan pemerintah bisa membenahi pelayanan kesehatan. Fasilitas rumah sakit harus dilengkapi supaya masyarakat yang sakit tidak perlu dirujuk jauh-jauh. Biaya ke luar daerah itu sangat besar dan tidak semua orang mampu," ungkapnya.

Burhan juga berharap pemerintah daerah maupun Pemerintah Provinsi Kaltara dapat memperhatikan pemenuhan dokter subspesialis di rumah sakit-rumah sakit daerah. Menurutnya, keberadaan tenaga medis yang lengkap akan mempercepat penanganan pasien dan mengurangi ketergantungan terhadap rumah sakit di luar daerah.

"Kalau boleh saya memberi saran, pemerintah harus menyediakan dokter subspesialis yang lengkap. Kita sudah punya fakultas kedokteran, berarti harus ada penunjangnya juga. Rumah sakit harus benar-benar lengkap supaya masyarakat cukup berobat di daerah sendiri. Jangan sampai ada lagi masyarakat yang menjadi korban karena keterbatasan fasilitas," tuturnya.

Ia menegaskan harapannya bukan ditujukan untuk menyalahkan tenaga medis yang telah merawat putranya. Baginya, penyampaian tersebut merupakan bentuk kepedulian agar sistem pelayanan kesehatan terus diperbaiki sehingga tidak ada lagi keluarga yang kehilangan orang tercinta akibat keterbatasan layanan.

"Semoga apa yang dialami anak saya menjadi pelajaran. Mudah-mudahan ke depan fasilitas kesehatan semakin lengkap, dokter subspesialis tersedia, dan masyarakat tidak lagi harus kehilangan anggota keluarganya hanya karena terkendala rujukan maupun biaya untuk mendapatkan pelayanan yang dibutuhkan," pungkasnya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#dokter subspesialis #tarakan #kaltara #pelayanan kesehatan