0 Kaltara Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Pemkab Nunukan Perkuat Perlindungan PMI Lewat Literasi Keuangan dan Pemberdayaan Ekonomi

Asrullah RT • Kamis, 25 Juni 2026 | 19:40 WIB
ANTUSIAS : Para PMI mengikuti pembekalan literasi keuangan agar mengelola penghasilan selama bekerja. 
ANTUSIAS : Para PMI mengikuti pembekalan literasi keuangan agar mengelola penghasilan selama bekerja. 

NUNUKAN - Penguatan perlindungan dan pemberdayaan Pekerja Migran Indonesia (PMI) terus dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan. Kali ini perlindungan dan pemberdayaan yang diberikan melalui pembekalan literasi keuangan. 

Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja, Nunukan, Suhadi mengatakan, pemerintah tidak hanya memastikan PMI bekerja secara aman dan sesuai prosedur. Tetapi, Pemkab Nunukan juga mendorong agar para pekerja migran mampu mengelola penghasilan sebagai bekal membangun kehidupan yang lebih mandiri setelah kembali ke daerah asal.

"Kegiatan literasi keuangan dan pelatihan Training of Trainers (ToT) menjadi salah satu langkah yang dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada PMI mengenai pentingnya perencanaan keuangan selama bekerja di luar negeri," ucap Suhadi, Kamis (25/6). 

Dijelaskan, keberhasilan PMI tidak hanya diukur dari kemampuan memperoleh penghasilan saat bekerja di luar negeri. Tetapi juga dari kesiapan mereka dalam mengelola hasil kerja untuk masa depan.

"Harapan kami, pembinaan terhadap pekerja migran dimulai sejak mereka berangkat secara legal, selama bekerja, hingga kembali ke tanah air setelah menyelesaikan masa kontrak," harapnya. 

Menurutnya, banyak PMI yang mampu mendapatkan penghasilan cukup baik selama bekerja di luar negeri. Namun, tanpa pengelolaan keuangan yang tepat, hasil tersebut dapat habis setelah kembali ke kampung halaman.

"Ketika kontrak kerja selesai, jangan sampai mereka kembali tanpa memiliki persiapan ekonomi. Karena itu, literasi keuangan penting agar mereka mampu mengatur pengeluaran, menabung secara terencana, dan mempersiapkan modal usaha," jelasnya.

Lanjutnya, Pemkab Nunukan berharap PMI dapat memiliki kemandirian ekonomi setelah kembali ke Indonesia. Tentunya, dengan bekal pengelolaan keuangan yang baik, PMI diharapkan mampu menciptakan peluang usaha, meningkatkan pendapatan keluarga hingga membuka lapangan pekerjaan di lingkungan sekitar.

"Tujuan akhirnya adalah agar PMI memiliki pilihan ketika kembali ke daerah asal, bukan kembali bekerja ke luar negeri hanya karena tidak memiliki sumber penghasilan lain," tambahnya.

Sementara, Suhaeni salah satu PMI yang mengikuti pelatihan literasi keuangan mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut memberikan manfaat besar bagi dirinya dan peserta lainnya. Ia bercerita, telah bekerja sekitar satu tahun di Malaysia sebagai pekerja rumah makan. 

"Kegiatan ini sangat bermanfaat karena memberikan pengetahuan tentang bagaimana bekerja secara aman dan sesuai prosedur, termasuk bagaimana mengelola keuangan," kisahnya. 

Selama bekerja ia berusaha menyisihkan sebagian penghasilan untuk ditabung sebagai persiapan setelah masa kontrak berakhir. “Alhamdulillah, saya sudah mulai menabung sedikit demi sedikit. Rencananya tabungan akan digunakan sebagai modal untuk membuka usaha kecil di kampung," pungkasnya. (akz/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#nunukan #pemkab nunukan #pmi