TARAKAN - Meski Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dianggap menjadi biang kerok pada segala persoalan negara, namun sebagian masyarakat meyakini jika program unggulan negara tersebut memiliki manfaat besar serta berdampak langsung pada perekonomian masyarakat.
Sehingga tidak mengherankan sebagian masyarakat di berbagai daerah memberikan dukungannya pada pelaksanaan program MBG. Hal itu tidak terkecuali di Kota Tarakan yang juga menggelar aksi dukungan pada Kamis (25/6) pagi. Dalam aksi tersebut, organisasi Tani Merdeka Indonesia (TMI) Kaltara turut hadir langsung memberikan dukungan bersama Aliansi Masyarakat Peduli Kota Tarakan menyampaikan aspirasinya di kantor DPRD Tarakan.
Ketua DPW TMI Kaltara Jufri Budiman mengungkapkan, program MBG tidak hanya memberikan manfaat bagi anak-anak sebagai penerima utama layanan, tetapi juga mulai menciptakan dampak ekonomi yang dirasakan berbagai sektor pendukung. Sehingga kata dia, dukungan terhadap keberlanjutan program tersebut terus bermunculan dari berbagai kalangan masyarakat, termasuk pelaku sektor pertanian.
"Program MBG saat ini telah dirasakan oleh banyak kelompok masyarakat, mulai dari petani, nelayan hingga pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang terlibat dalam rantai pasok kebutuhan pangan. Jadi kami di sini berdiri untuk mendukung MBG dan berharap pada presiden tetap melanjutkan program yang sangat bermanfaat ini," ujarnya, Kamis (25/6).
Meski aksi dukungan di berbagai daerah dicurigai ditunggangi elit politik dan pengusaha Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), namun Jufri menegaskan jika aksi tersebut murni lahir dari kesadaran masyarakat yang telah merasakan langsung dampak program. Karena itu, ia menilai dukungan yang muncul bukan sekadar gerakan seremonial, melainkan bentuk aspirasi dari kelompok penerima manfaat yang menginginkan program tetap berjalan.
“Pergerakan ini benar-benar dari hati nurani para penerima manfaat. Karena kita tahu sendiri, manfaat MBG ini luar biasa. Mereka datang atas panggilan jiwa yang benar-benar merasakan manfaat MBG," terangnya.
Jufri menjelaskan, selama ini perhatian publik lebih banyak tertuju pada manfaat program bagi anak-anak sekolah sebagai penerima makanan bergizi. Namun di sisi lain, terdapat efek berantai yang juga dirasakan kelompok masyarakat lain yang mendukung pelaksanaan program tersebut. Ia menyebut petani memperoleh peluang pasar yang lebih luas untuk hasil produksinya, nelayan mendapatkan kesempatan memasok kebutuhan pangan, sementara pelaku UMKM ikut terlibat dalam proses penyediaan dan distribusi bahan makanan.
"Kelompok yang hadir dalam aksi dukungan tidak hanya berasal dari kalangan orang tua murid, tetapi juga masyarakat yang merasakan manfaat ekonomi dari keberlangsungan program tersebut. Mulai dari nelayan, petani hingga pelaku UMKM. Jadi yang ikut aksi damai ini bukan hanya orang tua murid, tapi semua elemen yang berasal dari dampaknya,” katanya. (zac/jnr)
Editor : Januriansyah RT