0 Kaltara Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Tari Kolosal Tetap Jadi Andalan Iraw Tengkayu, Targetkan Antusiasme Warga Meningkat

Zakaria RT • Rabu, 24 Juni 2026 | 17:21 WIB
SENI : Tari kolosal yang melibatkan sekitar 150 penari tetap menjadi salah satu atraksi utama dalam rangkaian Iraw Tengkayu XV di tahun ini. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
SENI : Tari kolosal yang melibatkan sekitar 150 penari tetap menjadi salah satu atraksi utama dalam rangkaian Iraw Tengkayu XV di tahun ini. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

TARAKAN - Pelaksanaan Iraw Tengkayu XV Tahun 2026 terus dimatangkan panitia penyelenggara. Selain kembali masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2026, agenda budaya terbesar masyarakat Tidung di Kota Tarakan itu juga menargetkan peningkatan jumlah peserta dan pengunjung dibanding tahun sebelumnya.

Sekretaris Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Tarakan, M. Zainuddin Mas'ud A.H., mengatakan, salah satu atraksi yang tetap menjadi prioritas adalah penampilan tari kolosal yang selama ini menjadi bagian penting dalam rangkaian Iraw Tengkayu.

Jumlah penari yang dilibatkan masih dipertahankan sekitar 150 orang seperti tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, keputusan tersebut diambil agar kualitas pertunjukan tetap terjaga dan mampu memberikan pengalaman budaya yang maksimal bagi masyarakat maupun wisatawan yang hadir.

“Untuk penari tetap kita pertahankan sekitar 150 orang. Prinsipnya kualitas pertunjukan tetap dijaga sesuai kebutuhan panggung. Selain fokus pada pertunjukan budaya, panitia juga menargetkan partisipasi masyarakat tetap tinggi,” ujarnya, Rabu (24/6).

Selain pertunjukan budaya, pawai budaya juga menjadi agenda utama yang diharapkan mampu mempertahankan bahkan meningkatkan jumlah peserta dan pengunjung. Pada pelaksanaan tahun lalu, pawai budaya melibatkan hampir seribu peserta dan berhasil menarik sekitar 10 ribu pengunjung yang memadati lokasi kegiatan.

Tahun ini, berbagai elemen masyarakat kembali diajak berpartisipasi melalui sejumlah kategori lomba dan pawai yang telah disiapkan panitia. “Targetnya tetap sama seperti tahun sebelumnya kalau bisa lebih meningkat lagi, baik dari sisi peserta maupun antusiasme masyarakat. Saat ini proses pendaftaran peserta masih jalan. Panitia telah membuka pendaftaran sejak awal bulan dan akan ditutup pada akhir Juni. Peserta dari berbagai kategori juga mulai mendaftarkan diri untuk berpartisipasi,” katanya.

Ia menjelaskan, kategori yang dilombakan meliputi kendaraan hias, sepeda hias hingga peserta jalan kaki yang akan memeriahkan pawai budaya. Seluruh rangkaian kegiatan Iraw Tengkayu XV Tahun 2026 dijadwalkan dimulai pada 4 Juli mendatang.

Kegiatan diawali dengan prosesi mengarak Padaw yang menjadi simbol budaya masyarakat Tidung. Prosesi tersebut akan dirangkai dengan lomba kendaraan hias, sepeda hias serta pawai jalan kaki yang melibatkan berbagai unsur masyarakat.

“Pendaftaran sudah dibuka dan saat ini masih berjalan. Sudah ada peserta yang mendaftar dari beberapa kategori, termasuk kendaraan hias, sepeda, dan pejalan kaki,” jelasnya.

Pada 5 Juli, rangkaian kegiatan akan dilanjutkan dengan Pentas Seni Budaya Nusantara yang menampilkan beragam kekayaan seni dan budaya dari sejumlah daerah. Puncak acara dijadwalkan berlangsung pukul 14.00 WITA dengan menghadirkan prosesi adat yang menjadi inti perayaan Iraw Tengkayu.

“Selanjutnya pada 5 Juli, ada Pentas Seni Budaya Nusantara yang menampilkan berbagai kekayaan seni dan budaya dari sejumlah daerah. Puncak acara dijadwalkan berlangsung pukul 14.00 WITA dengan menghadirkan prosesi adat yang menjadi inti perayaan Iraw Tengkayu,” urainya.

Pada malam harinya, kemeriahan akan berlanjut melalui panggung hiburan rakyat yang dipusatkan di kawasan Pantai Amal dan terbuka untuk masyarakat umum. Panitia berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar serta mendapat dukungan penuh dari masyarakat.

“Situasi ekonomi memang menjadi tantangan tersendiri, tetapi kita melihat Iraw Tengkayu sudah menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat Tarakan, jadi kondisi ekonomi yang kita alami hari ini, saya rasa tidak menyurutkan antusias masyarakat meramaikan agenda daerah ini,” pungkasnya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#pesta budaya #tari kolosal #tarakan #Iraw Tengkayu