0 Kaltara Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Selain Karhutla, BPBD Tarakan Catat Pohon Tumbang hingga Longsor di Sejumlah Titik

Eliazar Simon • Selasa, 23 Juni 2026 | 21:30 WIB
BENCANA : Tidak hanya karhutla BPBD Tarakan juga berharap masyarakat waspada terhadap bencana lain seperti pohon tumbang dan longsor.
BENCANA : Tidak hanya karhutla BPBD Tarakan juga berharap masyarakat waspada terhadap bencana lain seperti pohon tumbang dan longsor.

TARAKAN – Sepanjang Juni 2026, Kota Tarakan tidak hanya menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), tetapi juga sejumlah bencana lain seperti pohon tumbang, longsor, hingga pergeseran tanah di beberapa wilayah. 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tarakan mencatat selain delapan titik karhutla, terjadi pula cuaca ekstrem yang menyebabkan pohon tumbang di depan Kantor Perumda Gunung Selatan dan Jalan Pulau Sapi, Kelurahan Kampung Satu/Skip.

Sementara itu, bencana tanah longsor dan pergeseran tanah dilaporkan terjadi di Jalan Rimba Raya RT 23 Juata Kerikil, Jalan Imam Bonjol RT 23 Pamusian, serta Jalan Danau Jempang RT 04 Pamusian.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tarakan, Yonsep mengatakan, kondisi tersebut menunjukkan bahwa Tarakan sedang menghadapi potensi bencana berlapis yang dipicu perubahan kondisi cuaca.

“Tarakan memang tidak selalu mengalami periode kering yang panjang, tetapi dampaknya cukup besar,” ujarnya.

Menurutnya, selain karhutla yang dipicu aktivitas pembukaan lahan saat cuaca kering, kondisi tanah di beberapa titik juga rentan terhadap pergeseran akibat curah hujan tidak menentu.

BPBD juga mencatat satu kejadian karhutla di wilayah Providen, Pantai Amal, yang sempat membakar satu kandang ayam warga. Meski tidak menimbulkan kerugian besar, peristiwa itu menunjukkan cepatnya eskalasi api di area permukiman.

Yonsep mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan tidak hanya terhadap karhutla, tetapi juga potensi pohon tumbang dan longsor di wilayah rawan.

“Karena itu masyarakat harus mulai menghemat penggunaan air dan tetap waspada terhadap perubahan kondisi lingkungan,” katanya. 

BPBD memastikan akan terus melakukan pemantauan dan edukasi kepada masyarakat untuk meminimalkan risiko bencana di musim peralihan cuaca. (zar/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#tarakan #bpbd #bencana alam #longsor