TARAKAN – Kondisi Zivian yang akrab dipanggil Ade (5) seorang anak yang menjadi korban kecelakaan tunggal bersama keluarganya, kini masih memprihatinkan. Diketahui Zivian mengalami koma dan membutuhkan penanganan operasi di luar Kota Tarakan.
Namun hal tersebut masih terkendala dengan keterbatasan biaya yang dimiliki keluarga. Menginap rujukan memerlukan biaya operasional seperti tiket pesawat dan tempat tinggal selama menunggu penanganan medis di luar kota. Sehingga Orang tua pasien mengaku tidak dapat berbuat banyak lantaran mahalnya biaya transportasi serta kebutuhan akomodasi selama proses pengobatan di luar daerah. Di tengah kondisi tersebut, mereka berharap adanya uluran tangan dari masyarakat agar proses rujukan dapat segera dilakukan.
“Kondisi si Ade masih memprihatinkan, orang tua tidak bisa berbuat banyak lantaran keterbatasan biaya dan mahalnya biaya untuk dirujuk,” demikian keterangan yang disampaikan pihak keluarga, Selasa (23/6).
Keluarga Zivia. berharap masyarakat dapat membantu meringankan beban mereka agar anak mereka, Zivian alias Ade (5), bisa segera dirujuk untuk menjalani tindakan operasi di luar Kota Tarakan.
“Seandainya di Tarakan ada dokter bedah saraf mungkin tidak begini kondisi nya sekarang,” lanjut keterangan keluarga.
Untuk membantu proses rujukan tersebut, keluarga akhirnya membuka donasi bagi masyarakat yang ingin menyalurkan bantuan.
Rekening donasi:
Bank BNI: 0627304677
Atas nama: Burhan
“Sekiranya warga Tarakan yang berbaik hati dapat menyisihkan sedikit untuk biaya transportasi kami,” tulis keluarga.
Hingga saat ini, keluarga masih berupaya menggalang bantuan agar rujukan medis dapat segera dilakukan mengingat kondisi pasien yang masih dalam keadaan koma dan membutuhkan penanganan segera. (zac)