TARAKAN – Persiapan Kota Tarakan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) II Kalimantan Utara (Kaltara) menghadapi tantangan besar terkait keterbatasan anggaran yang cukup signifikan dibandingkan kebutuhan riil di lapangan.
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Tarakan sebelumnya mengajukan kebutuhan anggaran sebesar Rp 6 miliar hingga Rp 8 miliar kepada Pemerintah Kota Tarakan untuk mendukung seluruh proses pembinaan, pemberangkatan, hingga operasional kontingen secara optimal.
Namun, berdasarkan informasi sementara dari pemerintah daerah, anggaran yang dapat dialokasikan hanya sekitar Rp 700 juta melalui APBD Penjabaran. Kondisi ini membuat KONI harus melakukan penyesuaian besar-besaran terhadap rencana keberangkatan atlet.
Sekretaris KONI Tarakan Rizkiyanto mengatakan, pihaknya saat ini tengah melakukan pendataan menyeluruh dari seluruh cabang olahraga (cabor), termasuk jumlah atlet, kebutuhan ofisial, hingga target medali masing-masing.
“Pada 22 Juni kami sudah bersurat ke seluruh cabor untuk menyampaikan data lengkap atlet, kebutuhan anggaran, jumlah ofisial, serta target medali di Porprov,” ujarnya.
Data tersebut nantinya akan diverifikasi secara ketat dan disesuaikan dengan kemampuan keuangan yang tersedia. KONI juga harus mempertimbangkan skala prioritas karena tidak semua cabor dapat diakomodasi secara penuh.
Menurut Rizkiyanto, kondisi ini menjadi dilema tersendiri karena harapan awal KONI adalah mengirimkan seluruh cabang olahraga yang ada di Kota Tarakan. Namun realitas anggaran memaksa adanya seleksi berbasis efisiensi.
“Kalau harapan kami tentu semua cabor bisa ikut. Tapi dengan kondisi anggaran saat ini, kami harus menentukan prioritas,” katanya.
Selain itu, KONI juga akan membandingkan capaian setiap cabang olahraga pada Porprov I tahun 2022 sebagai dasar evaluasi. Cabor dengan potensi medali lebih besar akan menjadi prioritas utama keberangkatan.
Sementara itu, Sekretaris Disbudporapar Kota Tarakan, Muhammad Zainuddin Masud, menegaskan bahwa meskipun terjadi keterbatasan anggaran, Kota Tarakan tetap berkomitmen untuk mengikuti Porprov II di Malinau.
Dana sebesar Rp700 juta yang tersedia akan difokuskan pada kebutuhan dasar kontingen, seperti transportasi atlet dan ofisial pulang-pergi Tarakan–Malinau, uang saku, transportasi lokal, serta akomodasi selama pertandingan.
Berdasarkan perhitungan sementara, jumlah atlet dan ofisial yang dapat diberangkatkan diperkirakan mencapai sekitar 408 orang. Namun angka tersebut masih bersifat dinamis dan akan disesuaikan kembali setelah proses verifikasi akhir selesai dilakukan.
“Anggaran ini memang terbatas, sehingga harus benar-benar diatur agar tetap bisa memberangkatkan kontingen,” jelasnya. (zar/jnr)
Editor : Januriansyah RT