TARAKAN – Balai Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (BPPMHKP) Tarakan mulai memetakan berbagai persoalan yang dihadapi pelaku usaha perikanan di Kalimantan Utara (Kaltara). Salah satu yang menjadi perhatian ialah keluhan eksportir terkait persyaratan sertifikasi yang dinilai tidak selalu dibutuhkan oleh negara tujuan ekspor.
Kepala BPPMHKP Tarakan, Pian Gustafiana menegaskan, seluruh penerbitan sertifikat tetap mengacu pada regulasi yang berlaku. Namun demikian, setiap masukan dari pelaku usaha akan dihimpun sebagai bahan evaluasi untuk disampaikan kepada pemerintah pusat.
"Regulasi-regulasi itu akan ditampung dan dikaji kembali. Tujuannya bagaimana masyarakat mendapatkan kemudahan dari aturan yang sudah ada," katanya.
Pian mengungkapkan dirinya baru mulai bertugas di Tarakan sehingga saat ini masih melakukan identifikasi berbagai persoalan di lapangan. Menurutnya, penyelesaian masalah tidak cukup dilakukan oleh satu instansi, tetapi memerlukan sinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan.
"Yang kami lakukan sekarang memetakan permasalahan dan melihat akar persoalannya seperti apa, lalu membangun kolaborasi dengan seluruh instansi dan para pemangku kepentingan," ujarnya.
Ia menjelaskan, meskipun terdapat usulan relaksasi sejumlah ketentuan sertifikasi, kewenangan perubahan regulasi sepenuhnya berada di pemerintah pusat. Sementara BPPMHKP di daerah bertugas menjalankan aturan sekaligus menyampaikan aspirasi masyarakat.
"Kami tetap menampung keluhan masyarakat dan aspirasi yang berkembang karena pemerintah harus hadir di tengah masyarakat," katanya.
Untuk memperkuat koordinasi, BPPMHKP Tarakan mulai membangun komunikasi dengan pemerintah daerah serta instansi terkait. Langkah ini diharapkan mampu menghasilkan pelayanan yang lebih terintegrasi sekaligus mempermudah pelaku usaha dalam memenuhi berbagai persyaratan mutu.
Selain memperkuat koordinasi, pihaknya juga akan meningkatkan sosialisasi dan edukasi kepada pelaku usaha melalui kunjungan langsung ke lapangan. Dengan begitu, setiap kendala yang dihadapi masyarakat dapat dipahami secara menyeluruh dan dicarikan solusi bersama.
"Insyaallah sosialisasi dan edukasi kepada pelaku usaha akan terus dilakukan. Saya juga ingin melihat langsung kondisi di lapangan supaya masyarakat merasakan kehadiran pemerintah," tutupnya. (zar/jnr)
Editor : Januriansyah RT